Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pedagang Bakso di Tangsel 14 Tahun Aktif di NII, Kini Pilih Hijrah ke NKRI

Hambali , Jurnalis-Senin, 05 Desember 2022 |15:59 WIB
 Pedagang Bakso di Tangsel 14 Tahun Aktif di NII, Kini Pilih Hijrah ke NKRI
Ikrar setia NKRI di Tangsel (foto: MPI/Hambali)
A
A
A

TANGSEL - Seorang pedagang bakso keliling berinisial TK (40) terlihat lahap menyantap nasi kotak bersama istri, keluarga, dan ratusan mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) lainnya di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ciputat, Senin (05/12/22).

TK merupakan mantan anggota NII yang kini berikrar setia kembali pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada banyak hal yang membuatnya hijrah ke NKRI, salah satunya soal kepemimpinan dan wilayah.

Tanpa rasa canggung, TK menceritakan awal dia mengenal ajaran NII pada tahun 2008 silam di wilayah Tangsel. Ketika itu, ada temannya sesama pedagang mengajak ke suatu pengajian. Lambat laun, TK pun mulai tertarik untuk bergabung.

 BACA JUGA:Diperiksa Terkait Penerobosan Istana, Suami Wanita Berpistol Terlibat NII

"Saya dulu kenal sama teman sekitar tahun 2008, pedagang juga, dulu saya masih dagang tahu gejrot belum dagang bakso. Saya ikut ngaji, lama-lama ya resep aja (menarik), kalau dari ilmu agamanya bagus, waktu itu belum ada omongan-omongan ke politik atau soal apalah gitu. Semenjak itu saya ngikut terus," tuturnya usai acara ikrar setia pada NKRI di lokasi.

Sekian tahun lamanya, TK bergelut dalam kelompok NII khususnya mereka yang tinggal di wilayah Tangsel. Pengajian atau pertemuan di berbagai tempat dia ikuti. Tak ada kecurigaan apapun, bahkan sebelumnya dia merasa aneh dengan tudingan jika NII kelompok radikal.

"Saya juga bingung awalnya, kenapa banyak yang bilang radikal segala macem. Padahal kalau pengajiannya bagus, maka nya waktu itu saya aktif," katanya.

 BACA JUGA:Densus 88: Siti Elina Mantan HTI dan Terafiliasi NII

Lambat laun, TK merasakan ada kejanggalan dalam ajaran NII. Terutama soal kepemimpinan dan negara islam, di mana dia menganggap NII mau mewujudkan semua itu dengan cara merebutnya dari NKRI.

"NKRI lebih jelas aja. Kalau di NII kan nggak ada yang urus surat-surat keperluan (administrasi) segala macam. Sedangkan kita kalau mau urus apa-apa ya ke NKRI. Maka nya saya nggak sepakat soal ajaran negaranya (NII) itu," sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement