Share

Kebanyakan Makan Mi Instan, Pengungsi Semeru Banyak yang Sembelit

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 01:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 519 2721994 kebanyakan-makan-mi-instan-pengungsi-semeru-banyak-yang-sembelit-lLHje0X2UQ.jpg Banyak yang sembelit, pengungsi Semeru dikirim sayuran oleh Tagana Batu (Foto: Tagana Batu)

BATU - Banyaknya pengungsi Gunung Semeru yang mengalami sembelit karena terlalu banyak makam makan mi instan mengundang perhatian dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batu. Tagana Kota Batu pun mengirimkan bahan kebutuhan pokok sayuran hingga peralatan kesehatan.

Ketua Tagana Kota Batu Simon Purwali mengatakan, bantuan berupa sayuran tersebut merupakan misi kemanusiaan yang dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.

"Tim gabungan misi kemanusiaan Kota Batu, memberi bantuan logistik berupa bahan kebutuhan pokok dasar, sayuran dan peralatan kesehatan untuk para pengungsi," kata Simon, saat dikonfirmasi MPI pada Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, bantuan aneka ragam sayuran dipilih bukan tanpa alasan. Sebab para pengungsi banyak yang mengeluhkan sembelit atau tidak bisa buang air besar karena kurang makan sayur, dan hanya bergantung pada mi instan dan makanan siap saji. Maka sayuran pun dipilih untuk dikirim, selain karena Kita Batu juga merupakan daerah penghasil sayuran.

"Berdasarkan Informasi yang diterima tim gabungan, para pengungsi membutuhkan asupan sayur mayur. Karena selama berada di lokasi pengungsian, banyak pengungsi yang mengalami sembelit aklibat terlalu sering mengkonsumsi mie instan," ujarnya.

Bantuan berupa sayuran segar tersebut diserahkan pada dapur umum yang ada di Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. "Semoga bantuan sayuran tersebut bisa memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi dan tentu lebih bergizi," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas dengan ditandai luncuran awan panas beberapa kali. Terjauh sepanjang Minggu (4/12/2022) awan panas meluncur hingga radius 13 kilometer dan 7 kilometer ke arah barat daya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut telah dinaikkan dari Level 3, atau Siaga menjadi Level 4 atau Awas sejak Minggu 4 Desember 2022, pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Tingkatan status gunung berapi ada empat yakni paling rendah pada level Normal (Level 1), Waspada (Level 2), Siaga (Level 3) dan Awas (Level 4).

PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Hingga Minggu petang, aktivitas Gunung Semeru berangsur-angsur melandai. Meski secara status masih berada di level IV atau awas. Asesmen sementara belum dilaporkan korban jiwa maupun luka-luka dalam erupsi Gunung Semeru yang tepat terjadi pasca erupsi dahsyat pada 4 Desember 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini