Share

Jenazah Korban Penembakan KKB di Pegunungan Bintang Dievakuasi ke Jayapura

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 07 Desember 2022 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 340 2722698 jenazah-korban-penembakan-kkb-di-pegunungan-bintang-dievakuasi-ke-jayapura-B3An0Qww71.jpg Evakuasi korban penembakan KKB di Pegunungan Bintang (Foto: Antara)

PAPUA - Tiga jenazah korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (7/12/2022), dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya dibawa ke Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito membenarkan bila jenazah ketiga korban yang berprofesi sebagai pengemudi ojek itu sudah dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya dikirim ke kampung halamannya di Muna, Sulawesi Tenggara untuk dimakamkan.

"Memang benar, jenazah ketiga korban penembakan yang dilakukan KKB pimpinan Nason Mimin itu sudah dievakuasi dari Oksibil," katanya.

Ketiga jenazah yang menjadi korban penembakan saat KKB menyerang pangkalan ojek yang berada di sekitar Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Senin 5 Desember 2022 yaitu La Usu(25), Amanzani (42) atau La Aman, dan La Tari.

Baca juga: Mayat Tukang Ojek Korban Kebiadaban KKB Masih Tertahan di TKP Penembakan

Kelompok KKB pimpinan Nason Mimin, bulan September lalu dilaporkan juga membakar alat berat milik PT DHR.

Baca juga: Breaking News: KKB Bunuh Dua Tukang Ojek di Pegunungan Bintang

"Evakuasi terhadap jenazah dan tiga rekannya yang selamat setelah diamankan warga Kampung Mangabib baru dapat dilakukan Selasa (6/12) ," katanya.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Diakuinya bahwa selain mengevakuasi jenazah dan korban selamat juga dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang berlangsung aman dengan pengawalan ketat.

Tiga orang pengojek yang selamat dalam insiden tersebut yaitu Rizal, Albijalil dan Laronu.

Untuk menghindari terulangnya insiden tersebut, kata dia, diharapkan para pengojek tidak beroperasi keluar Kota Oksibil.

"Kami berharap para pengojek untuk sementara tidak beroperasi hingga keluar Oksibil, " demikian Cahyo Sukarnito.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini