Share

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Gunung Semeru Alami 21 Kali Erupsi

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 519 2722170 aktivitas-vulkanik-masih-tinggi-gunung-semeru-alami-21-kali-erupsi-yirgeQFpgz.jpg Gunung Semeru erupsi (foto: dok PVMBG)

LUMAJANG - Aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif atau naik turun pasca erupsi awan panas guguran pada Minggu kemarin (4/12/2022). Kali ini Gunung Semeru kembali mengeluarkan asap putih dari kawah puncak Gunung Semeru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru Yadi Yuliandi mengatakan, berdasarkan pengamatan dari pos pengamatan sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, pada Rabu pagi (7/12/2022) memang ada aktivitas asap yang tampak keluar dari kawah.

"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 500 meter dari puncak," ucap Yadi Yuliandi, dikonfirmasi pada Rabu pagi (7/12/2022).

 BACA JUGA: 16 Orang di Ponpes Kawasan Gunung Semeru Ogah Dievakuasi, Kapolres Lumajang : Akan Kami Paksa!

Aktivitas kegempaan pun masih terpantau cukup tinggi dengan intensitas 21 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-23 mm, serta lama gempa 65-135 detik. Disusul kemudian, satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 5 mm, dengan lama gempa 10 detik.

"Dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 10-16 mm, S-P 1.2-1.7 detik dan lama gempa 7-15 detik, 22 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2-32 mm, S-P 13-28 detik dan lama gempa 42-110 detik," ungkap dia kembali.

 BACA JUGA:Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Terus Melonjak

Follow Berita Okezone di Google News

Statusnya pun disebut Yadi masih bertahan di level IV atau awas dengan larangan beraktivitas di radius 17 kilometer sektor tenggara dari puncak kawah Gunung Semeru. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sempadan sungai di sepanjang Sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 kilometer dari puncak.

"Tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ucapnya.

Pihaknya juga meminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini