Share

Peru Lantik Presiden Baru Setelah Pendahulunya Ditahan Atas Tuduhan 'Pemberontakan'

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 Desember 2022 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 18 2723163 peru-lantik-presiden-baru-setelah-pendahulunya-ditahan-atas-tuduhan-pemberontakan-FZrPJ0mPMB.jpg Wakil Presiden Dina Boluarte diambil sumpahnya sebagai presiden baru Peru di Lima, 7 Desember 2022. (Foto: Reuters)

LIMA – Dina Boluarte diambil sumpahnya sebagai presiden baru Peru pada Rabu, (7/12/2022), setelah presiden sebelumnya, pemimpin sayap kiri Pedro Castillo digulingkan dalam sidang pemakzulan oleh parlemen. Castillo ditangkap setelah digulingkan atas upayanya membubarkan Kongres sebagai jalan terakhir mempertahankan kekuasaan.

Mengabaikan upaya Castillo untuk membubarkan badan legislatif melalui dekrit, anggota parlemen menggelar sidang pemakzulan terhadap Castillo dengan 101 suara mendukung pencopotannya, enam menentang dan 10 abstain. Hasil sidang diumumkan disambut sorak sorai, dan badan legislatif meminta Wakil Presiden Dina Boluarte untuk menjabat.

BACA JUGA: Baru 4 Hari Menjabat, PM Peru Mengundurkan Diri

Boluarte yang berusia 60 tahun dilantik sebagai presiden hingga 2026, menjadikannya wanita pertama yang memimpin Peru. Dia menyerukan gencatan senjata politik setelah berbulan-bulan ketidakstabilan, termasuk dua upaya pemakzulan sebelumnya, dan mengatakan kabinet baru yang mencakup semua garis politik akan dibentuk.

Dia mengecam langkah Castillo untuk membubarkan Kongres sebagai "percobaan kudeta".

Kementerian publik mengatakan pada Rabu malam bahwa Castillo telah ditahan dan dituduh melakukan kejahatan "pemberontakan" dan "konspirasi" karena melanggar tatanan konstitusional.

Outlet televisi menunjukkan Castillo meninggalkan kantor polisi dan melaporkan dia akan dipindahkan ke penjara yang dikelola polisi.

BACA JUGA: Gerebek Istana Kepresidenan, Jaksa Peru Temukan Uang Rp285,5 Juta di Kamar Mandi

Castillo sebelumnya mengatakan dia akan menutup sementara Kongres, meluncurkan "pemerintahan pengecualian", dan menyerukan pemilihan legislatif baru.

Langkah itu memicu pengunduran diri para menterinya, sementara politisi oposisi dan sekutu Castillo menudingnya mencoba melakukan kudeta. Polisi dan angkatan bersenjata memperingatkannya bahwa cara yang dia ambil untuk mencoba membubarkan Kongres tidak konstitusional dan polisi mengatakan mereka telah "campur tangan" untuk memenuhi tugas mereka.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Beberapa protes jalanan kecil terjadi. Di Lima, puluhan orang mengibarkan bendera Peru bersorak atas kejatuhan Castillo, sementara di tempat lain di ibu kota dan di kota Arequipa, para pendukungnya berbaris dan bentrok dengan polisi. Salah satunya memegang papan bertuliskan: "Pedro, orang-orang bersamamu."

Puluhan petugas polisi dengan tameng dan helm plastik dikerahkan di sekitar Istana Pemerintah dan Kongres di Lima, yang dikelilingi oleh barikade logam.

Peru telah mengalami kekacauan politik selama bertahun-tahun, dengan banyak pemimpin dituduh melakukan korupsi, upaya pemakzulan yang sering, dan masa jabatan presiden dipersingkat.

Pertarungan hukum terbaru dimulai pada Oktober, ketika kantor kejaksaan mengajukan gugatan konstitusional terhadap Castillo karena diduga memimpin "organisasi kriminal" untuk mendapatkan keuntungan dari kontrak negara dan menghalangi penyelidikan.

Kongres memanggil Castillo minggu lalu untuk menanggapi tuduhan "ketidakmampuan moral" untuk memerintah.

Castillo menyebut tuduhan itu "fitnah" oleh kelompok yang berusaha "mengambil keuntungan dan merebut kekuasaan yang diambil rakyat dari mereka di tempat pemungutan suara."

Guru sayap kiri berusia 53 tahun yang menjadi presiden itu telah selamat dari dua upaya sebelumnya untuk memakzulkannya sejak dia memulai masa jabatannya pada Juli 2021.

Tetapi setelah upaya pada Rabu untuk membubarkan Kongres, sekutunya meninggalkannya dan kekuatan regional menggarisbawahi perlunya stabilitas demokrasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini