Share

Jika Bom Nuklir Diledakkan, Apa yang Akan Terjadi?

Fatmawati, Okezone · Jum'at 16 Desember 2022 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 16 18 2728603 jika-bom-nuklir-diledakkan-apa-yang-akan-terjadi-mB08Q83RQl.jpg Foto: Reuters.

JAKARTA – Pada dasarnya, bom nuklir atau senjata nuklir dapat menimbulkan ledakan nuklir ribuan atau bahkan jutaan kali lebih kuat daripada ledakan senjata konvensional.

Meski kedua jenis senjata tersebut mengandalkan kekuatan destruktif atau gelombang kejut, tetapi suhu yang dicapai senjata nuklir jauh lebih tinggi dan sebagian besar energinya dipancarkan dalam bentuk cahaya dan panas, yang umumnya disebut sebagai energi panas.

Dampak yang Disebabkan Oleh Ledakan Nuklir

Melansir laman Atomicarchive.com, ledakan yang ditimbulkan oleh senjata nuklir memiliki efek destruktif baik secara langsung maupun tak langsung (berkala).

Adapun efek langsung yang ditimbulkan berupa ledakan, radiasi termal, hingga radiasi pengion yang menyebabkan kehancuran signifikan dalam hitungan detik setelah ledakan nuklir terjadi.

Sedangkan efek tak langsung berupa zat radioaktif, hingga kerusakan lingkungan dalam jangka waktu yang lama, mulai dari jam hingga tahun.

BACA JUGA: Asal Usul dan Sejarah Bom Nuklir Pertama di Dunia 

1. Ground Zero

Titik nol atau ground zero mengacu pada titik permukaan bumi tepat di bawah atau di atas titik ledakan. Istilah tersebut juga dapat digunakan untuk ledakan permukaan tanah dan bawah tanah. Dalam beberapa publikasi, ground zero disebut juga dengan hiposentrum ledakan.

2. Gelombang Ledakan Nuklir

Gelombang kejut yang berasal dari ledakan menghasilkan perubahan tekanan udara secara tiba-tiba berupa angin kencang yang dapat menghancurkan benda di sekitarnya.

Besar gelombang bergantung pada semburan yang terjadi di atas permukaan tanah. Pada jarak tertentu dari pusat ledakan, sebuah ketinggian dari semburan optimal akan menghasilkan perubahan tekanan udara terbesar, yang disebut dengan tekanan berlebih.

Semburan di permukaan tersebut menghasilkan tekanan berlebih yang lebih besar pada jarak dekat, dan tekanan berlebih jauh lebih sedikit pada rentang jarak yang lebih jauh.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Efek Radiasi Termal

Sekitar 35 persen energi dari ledakan nuklir adalah ledakan intens radiasi termal, yaitu panas. Efek yang ditimbulkan mirip seperti kilatan dua detik dari cahaya yang sangat besar. Radiasi termal bergerak dengan kecepatan cahaya, berupa kilatan cahaya dan panas terlebih dahulu beberapa detik dari gelombang ledakan, sama halnya seperti kilat yang lebih dulu terlihat sebelum guntur terdengar.

Cahaya tersebut menghasilkan flashblindeness atau kebutaan pada orang yang melihat ke arah ledakan. Flashblindeness berlangsung selama beberapa menit, sebelum akhirnya pulih total. Kerusakan permanen berupa luka bakar retina juga dapat terjadi apabila seseorang melakukan kontak mata langsung dengan ledakan nuklir.

Efek lain yang ditimbulkan berupa luka bakar tingkat pertama, kedua dan ketiga pada seseorang yang berada di jarak lima mil dari ledakan. Selain itu, radiasi termal ledakan nuklir dapat menyulut bahan bakar maupun benda mudah terbakar lainnya.

4. Efek Radiasi Nuklir Langsung

Radiasi langsung terjadi di saat yang bersamaan dengan ledakan. Meski memiliki jangkauan terbatas, tetapi efek yang ditimbulkan sangat intens.

Senjata nuklir besar memiliki jangkauan radiasi langsung kurang dari jangkauan ledakan mematikan dan efek radiasi termal. Namun, untuk senjata nuklir yang lebih kecil, memiliki radiasi langsung yang lebih mematikan.

Seperti yang terjadi pada penduduk Hiroshima dan Nagasaki, radiasi langsung menyebabkan kerusakan besar yang menghancurkan banyak bangunan hingga menewaskan sekitar 246 ribu penduduk.

5. Menyebarnya Zat Radioaktif

Bahaya lain yang ditimbulkan oleh ledakan nuklir yaitu partikel radioaktif. Meskipun partikel ini tidak menyebabkan kematian, tetapi keberadaannya mempersulit proses penyelamatan korban karena partikel ini jatuh di sekitar pusat ledakan.

Partikel radioaktif akan bergerak menjauh terbawa angin sebelum akhirnya kembali ke Bumi. Sehingga luas dan intensitas jatuhan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang ada di wilayah terjadinya ledakan.

Selain itu, curah hujan juga dapat mempengaruhi penyebaran radioaktif, karena hujan akan membawa partikel yang telah terkontaminasi tersebut kembali ke tanah. Dataran dengan curah hujan yang telah terkontaminasi radioaktif disebut sebagai “titik panas”, dengan intensitas radiasi yang lebih besar dari sekitarnya.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini