Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Teka-teki Pembunuhan John Lennon, Pelaku Fans Berat 'The Beatles'

Fatmawati , Jurnalis-Selasa, 20 Desember 2022 |15:22 WIB
Teka-teki Pembunuhan John Lennon, Pelaku Fans Berat 'The Beatles'
Penyanyi legenda John Lennon (Foto: Reuters)
A
A
A

Sekitar pukul 17.00 waktu setempat, Lennon pergi melakukan mixing lagu Ono “Walking on Thin Ice” di Record Plant.

Setelah selesai mengurus rekaman Ono, Lennon dan istri kembali ke apartemennya sekitar pukul 22.50 waktu setempat. Ketika itulah Chapman menghampiri Lennon dan menembakkan lima peluru ke arah Lennon, empat diantaranya mengenai punggungnya.

Kemudian Lennon dilarikan ke Rumah Sakit Roosevelt terdekat menggunakan mobil polisi, tetapi ia meninggal dalam perjalanan. Lennon dilaporkan meninggal dunia pada saat kedatangan.

Chapman bahkan secara sukarela tetap berada di lokasi penembakan sambil membaca The Catcher in the Rye karya JD Salinger sampai kemudian ditangkap oleh polisi.

Pembunuhan yang dilakukannya tersebut telah direncanakan selama beberapa bulan, ia juga mengklaim terinspirasi oleh karakter Holden Caulfield dari novel Salinger.

Psikiater mengeluarkan tanggapan mengenai kondisi psikis Chapman sebagai psikotik garis batas dan dia diperintahkan untuk mengaku gila. Namun, Chapman mengaku bersalah atas pembunuhan yang telah dilakukannya dan dijatuhi hukuman 20 tahun seumur hidup.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement