Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KALEIDOSKOP 2022: Duka Mendalam Tragedi Kanjuruhan

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 27 Desember 2022 |07:33 WIB
KALEIDOSKOP 2022: Duka Mendalam Tragedi Kanjuruhan
Aksi para suporter Aremania meminta keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Avirista Midaada)
A
A
A

Saat hendak membantu para korban, ia melihat di luar ruang dan di lorong VVIP kondisi begitu crowded. Sesak dan penuh banyak orang.

Asap gas air mata yang pekat ditembakkan dari moncong senjata aparat kepolisian, membuat perih menusuk mata. Suasana pun semakin panik.

Avirista kemudian mengusapkan pasta gigi atau odol di sekitar bawah matanya untuk menghilangkan rasa perih, namun tak juga hilang.

Karena kondisi semakin tidak kondusif. Akhirnya Avirista memutuskan untuk tidak menulis berita dan menolong semampunya serta memberikan napas buatan kepada Aremania yang terkulai lemah, tetapi suporter fanatik itu tidak tertolong.

"Saya membantu dan membawa (Aremania) dengan teman-teman yang lain, ada sekitar 5 orang yang sudah kondisinya kritis," ujarnya.

Terlebih, suasana semakin mencekam karena tidak adanya bala bantuan seperti ambulans di dalam stadion. Bahkan, tabung oksigen tidak disediakan panitia pelaksana (panpel).

"Di lorong VVIP begitu banyak korban. Saya membayangkan itu pembunuhan massal, bukan sepak bola. Bahkan, ini lebih parah dari perang," ujarnya.

Tidak hanya itu saja, di depan hadapannya terdapat seorang balita berusia 8 bulan yang digendong ibunya menangis kencang karena matanya perih terkena gas air mata.

"Anak kecil itu saya gendong dan saya taruh di tim medis punya Arema. Saya kasihkan air, alhamdulillah anak itu selamat dan dibawa ke rumah sakit," kenangnya.

Selain itu, lanjut dia, di sisi utara stadion tepatnya di musala. Avirista melihat dengan mata kepalanya kondisi yang semakin parah dan memprihatinkan di mana puluhan orang tergeletak sudah tidak bernyawa.

"Mungkin ada sekitar 30 orang jenazah. Di musala itu, saya pastikan banyak sekali orang yang tinggal menunggu waktu untuk malaikat menjemput," ungkap dia.

Penetapan Tersangka

Polisi lantas menetapkan enam tersangka dalam kesus ini. Keenam tersangka itu adalah Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ir. Ahmad Hadian Lukit, Abdul Harris selaku Ketua Panitia Pelaksana pertandingan, Suko Sutrisno selaku security officer, Wahyu Setyo, selaku Kabag Ops Polres Malang, H, Brimob Polda Jatim, dan Bambang Sidiq Achmadi selaku Kasat Samapta Polres Malang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement