Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

In Memoriam DR (HC) Darsono Perginya Sang Pewujud Mimpi

Opini , Jurnalis-Minggu, 01 Januari 2023 |12:24 WIB
In Memoriam DR (HC) Darsono Perginya Sang Pewujud Mimpi
Pendiri Unpam Darsono (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Suatu hari, Pak Darsono, mengenakan celana pendek berdiri depan SMK miliknya ketika saya melintas kemudian berbincang sejenak. Tiba-tiba seorang ibu menghampiri, dikatakan si ibu bahwa anaknya yang sekolah di sekolah Sasmita tidak bisa ikut ulangan karena belum bayar uang sekolah. Sang ibu mengutarakan alasannya mengapa belum bisa bayar sekolah, tetapi menjanjikan akan bayar. Dengan enteng Pak Darsono, suruh anaknya masuk sekolah, nanti ia akan bilang ke sekolah. Menurutnya, anak wajib sekolah, jangan ikut susah seperti orangtuanya.

Ketika kampus Universitas Pamulang (Unpam) berdiri dekat Bunderan Pamulang, kembali saya bertemu Pak Darsono sedang mengamati bangunan baru. Ada tower antena di atas gedung Kampus Unpam, saya pun berbincang, bagaimana memanfaatkan tower antena tersebut. Saya sudah lupa untuk tower apa tetapi kalau tidak salah dimanfaatkan Polsek Pamulang yang berada diseberang kampus. Tetapi saya lupa pastinya. Oleh sebab saya bekerja mengelola Radio Trijaya FM maka pembahasan, bagaimana jika tower juga dapat dimanfaatkan untuk pemancar stasiun radio? Saya tidak menanggapi serius karena izin usaha radio lumayan rumit untuk frequensi dan peralatan. Pengalaman terjun langsung membangun sebelas stasiun radio jaringan MNC di daerah cukup melelahkan dan tidak mudah. Banyak pos harus diurus.

Setelah rumah yang saya beli dari Sasmita lunas praktis saya tidak pernah berbincang lagi dengan Pak Darsono karena tidak pernah ketemu. Saya juga sibuk dengan pengelolaan dan jadwal kerja seiring tanggung jawab memimpin Radio Trijaya, banyak keluar kota, mondar-mandir Jakarta – daerah karena jaringan radio MNC cukup banyak, ada di berbagai kota besar di Indonesia. Tentu juga karena sudah tidak ada kepentingan lagi dengan Sasmita.

Tahun 2015 saya berhenti bekerja secara resmi dari perusahaan, lebih banyak menulis, mengajar dan diskusi sana sini dengan banyak teman. Pendeknya, isi waktu tanpa terikat dengan perusahaan lagi. Bebas. Oleh sebab ada waktu lowong maka saya mencoba kuliah lagi sekedar mencari teman diskusi agar tidak pikun. Selama terjun di lapangan sebagai wartawan selain meliput bidang politik, olahraga sampai budaya pernah lama meliput bidang hukum. Saya tidak pernah sekolah hukum tetapi kuliah jurnalistik 1980, maka mencoba tahu seputar hukum.

Saya memiliki ketertarikan dengan dunia hukum, sering meliput persidangan dan membaca banyak karya John Grisham, seorang novelis, pengacara dan politisi Amerika. Kebetulan rumah dekat dengan kampus Unpam, cukup jalan kaki maka saya masuk fakultas hukum di universitas dengan mahasiswa luar biasa banyaknya.

Sayang, perkuliahan tidak sesuai yang saya harapkan sebagai cara mencari teman diskusi. Baru satu semester datang wabah Corona, mengharuskan perkuliahan dilakukan secara online. Saya juga harus mengajar menggunakan zoom. Sangat tidak efektif. Pengetahuan hukum menurut saya harus dilakukan dengan banyak diskusi. Kuliah online tidak maksimal. Mau berhenti tanggung, sampailah pada akhir semester tujuh di penghujung 2022. Saat di Kampus Unpam berkali saya melihat Pak Darsono, tetapi karena status mahasiswa merasa tidak layak berbincang dengan orang nomor satu di Unpam. Saya mencoba menempatkan diri sesuai posisi.

Jumat pagi grup mahasiswa Unpam dipenuhi ucapan duka cita. Terkejut ketika mencermati pesan yang terus bersliweran. Orang baik itu, Pak Darsono dipanggil Tuhan, berpulang. Ia sosok pewujud mimpi banyak orang. Mimpi memiliki rumah, mimpi bisa sekolah, mimpi bisa kuliah, sampai mimpi berobat murah. Meskipun mimpi-mimpi besarnya belum terwujud, seperti ia pernah cerita ingin membuka rumah sakit murah dan mungkin mimpi lainnya lainnya tetapi Pak Darsono sudah membantu banyak orang mewujudkan mimpinya. Itu sudah luar biasa.

Semoga Pak Darsono mimpi indah dalam tidurnya yang abadi di sisi Tuhan.

Salam duka.

Eddy Koko

Jurnalis, Tinggal di Pamulang

 

 

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement