Menanggapi hal ini, Ukraina menolak tawaran gencatan senjata Rusia selama 36 jam. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan gencatan senjata yang ditawarkan Presiden Rusia Vladimir Putin itu merupakan upaya untuk menghentikan kemajuan militer negaranya.
Dalam pidato video malamnya, Zelensky mengatakan bahwa Rusia ingin menggunakan gencatan senjata sebagai ‘kedok’ untuk menghentikan kemajuan Ukraina di wilayah Donbas timur dan membawa lebih banyak orang dan peralatan.
"Apa yang akan memberi mereka? Hanya satu lagi peningkatan total kerugian mereka," teranganya, dikutip BBC. Tidak seperti biasanya, dia menyampaikan komentarnya dalam bahasa Rusia, bukan bahasa Ukraina.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.