Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Alasan Pemakaman Paus Benediktus XVI Menjadi Unik dalam Sejarah Katolik

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 06 Januari 2023 |14:04 WIB
3 Alasan Pemakaman Paus Benediktus XVI Menjadi Unik dalam Sejarah Katolik
Paus Fransiskus menghadiri pemakaman Paus Benediktus XVI di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 5 Januari 2023. (Foto: Reuters)
A
A
A

Cara menjalankan praktik ini sangat bervariasi selama berabad-abad (beberapa konklaf berlangsung selama bertahun-tahun), tetapi protokol standarnya adalah bahwa para kardinal bertemu di Kapel Sistina yang terkenal di Vatikan.

Di balik pintu tertutup dan melalui beberapa sesi pemungutan suara, mereka memilih nama orang yang akan menjadi pemimpin Gereja Katolik berikutnya.

Ketika suara mayoritas tercapai, suatu zat akan dibakar untuk menghasilkan asap putih - sebuah tanda bagi dunia bahwa paus baru telah terpilih.

Kali ini tidak akan ada konklaf atau asap putih. Sebab proses pemilihan sudah selesai setelah pengunduran diri Benediktus XVI pada tahun 2013, yang berujung pada pengangkatan Jorge Bergoglio yang kemudian mengganti namanya menjadi Fransiskus I.

3. Tidak ada penghancuran Cincin Nelayan

Setelah diangkat, setiap paus menerima regalia dan lencana Sri Paus, beberapa atribut pakaian yang dengan jelas menandakan dirinya sebagai kepala Gereja Katolik dan penguasa Negara Kota Vatikan.

Di antaranya, baju jubah putih dengan pellegrina atau jubah pendek, ferula paus (tongkat dengan salib di atasnya), dan Cincin Nelayan (Ring of the Fishermen), cincin emas dengan gambar Santo Petrus di atas perahu sedang menjaring ikan.

Baju jubah itu digunakan oleh semua paus baru-baru ini, sedangkan ferula tidak khusus untuk satu paus saja - misalnya, Fransiskus kadang-kadang membawa tongkat yang sama dengan yang digunakan Paulus VI dan Yohanes Paulus II.

Namun Cincin Nelayan sengaja didesain untuk setiap paus yang baru.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement