Keraton Majapahit menghadap ke arah barat, dikelilingi benteng dari batu merah tebal lagi tinggi. Menurut Ma Huan tinggi benteng itu sekitar tiga puluh kaki atau sepuluh meter. Lebarnya lebih daripada 30 atau 40 puluh meter.
Di muka benteng ada lapangan sangat luas, dikelilingi parit berisi air, antara parit dan benteng ada jalan yang mengelilingi keraton. Pintu di sebelah barat bernama Pura Waktra yang artinya pintu muka. Dari pintu muka itu ada jalan lurus ke timur sampai benteng di sebelah timur, membelah alun-alun menjadi dua.
Di sebelah utara ada lagi gapura dengan pintu besi penuh berukir untuk masuk ke kraton. Dari pintu utara terbentang jalan ke selatan sampai benteng sebelah selatan. Jalan dari pintu utara bertemu dengan jalan dari pintu barat tepat di tengah-tengah kompleks kraton. Pertemuan dua jalan itu disebut jalan perempat (jalan prapatan).
Masuk dari pintu utara mengikuti jalan ke arah selatan, di sebelah kanan jalan ialah alun-alun, di sebelah kiri jalan ialah bangunan-bangunan kenegaraan dalam kompleks kraton. Dari prapatan ke arah timur di kanan-kiri jalan ialah bangunan- bangunan tempat kediaman, ditanami pohon tanjung. Di tepi aniang benteng berjajar pohon brahmastana.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.