JAKARTA –Profil Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo akan dibahas dalam artikel ini. Pranomo Edhie merupakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) dan Komandan Korps Pasukan Khusus (Kopassus).
Dilansir beragam sumber, Rabu (18/1/2023) Pramono sendiri merupakan pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 5 Mei 1955. Dia adalah putra dari Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang juga merupakan tokoh militer Indonesia.
(Baca juga: Kisah Ayah dan Anak Pegang Tongkat Komando Kopassus, Pertama dalam Sejarah!)
Sarwo Edhie berperan besar dalam penumpasan pemberontakan Gerakan 30 September PKI, karena saat itu, posisinya sebagai Panglima Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau sekarang Kopassus.
Karir militer Pramono Edhie banyak dihabiskan di Kopassus sama seperti ayahnya Sarwo Edhie Wibowo. Dia mengawali karir sebagai Komandan Peleton Grup I Kopassandha (1980), tahun 1995 dia dipercaya menjadi Komandan Grup I/Kopassus .
Kariernya pun semakin moncer setelah masa reformasi. Terpilihnya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden menggantikan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, membuat dia ditunjuk sebagai ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2001. Di tahun yang sama, Pramono melanjutkan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI).
Berbagai jabatan strategis pernah dia duduki. Diantaranya Wakil Danjen Kopassus pada 2005, Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro pada tahun 2007, dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD pada tahun 2008 hingga tahun 2009. Dia juga pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi dan Panglima Kostrad(Pangkostrad) pada tahun 2010.
Puncak karir lulusan Akabri 1980 ini pada saat Presiden SBY mendapuknya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal George Toisutta yang telah memasuki masa pensiun.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.