“Golkar menjadi magnet bagi partai koalisi di KIB, jika KIB pecah bisa saja Golkar jalan sendiri bahkan partai lain yang akan tertarik untuk mendekati Golkar,” kata Ikhwan
Akan tetapi dengan masuknya Ridwan Kamil, Golkar tidak berarti untung sepenuhnya. Ia melihat, Ridwan Kamil harus mulai sadar bahwa ia bukan lagi orang tanpa ikatan. Ridwan Kamil harus mengikuti aturan dan ketentuan partai sehingga pernyataan dia perlu dikontrol.
Di sisi lain, masuknya Emil berpotensi mengganggu moral internal partai. Ikhwan beralasan, beberapa kader mungkin kecewa karena Ridwan Kamil tidak melewati proses rekrutmen dan pengkaderan sebelum menduduki jabatan strategis. Ia tidak memungkiri ada potensi konflik internal setelah Ridwan Kamil masuk sebagai kader dan waketum partai beringin.
“Ridwan Kamil bergabung Golkar dengan akses politik yang istimewa, tanpa melalui rekrutmen politik dari kader biasa, jadi terkesan menghambat proses pencapaian politik kader lain, sehingga semakin besar partai, potensi konflik itu ada. Namun tergantung dari manajemen konflik internal yang dijalankan seperti apa,” kata Ikhwan.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.