Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rusia Tuduh Ukraina Simpan Sistem Roket di Pembangkit Nuklir, Kiev Membantah

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 24 Januari 2023 |13:53 WIB
Rusia Tuduh Ukraina Simpan Sistem Roket di Pembangkit Nuklir, Kiev Membantah
PLTN Zaporizhzhia Direbut Rusia pada awal operasi militer di Ukraina. (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW - Badan intelijen luar negeri Rusia (SVR) pada Senin, (23/1/2023) menuduh Ukraina menyimpan senjata yang dipasok Barat di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di seluruh negeri, sebuah tuduhan yang dianggap tidak benar oleh seorang pejabat senior Ukraina.

Badan mata-mata Rusia tidak memberikan bukti dan Reuters tidak dapat memverifikasi klaim tersebut.

Sebuah pernyataan SVR mengatakan bahwa peluncur roket HIMARS, sistem pertahanan udara, dan amunisi artileri yang dipasok Amerika Serikat (AS) telah dikirim ke pembangkit listrik tenaga nuklir Rivne di barat laut Ukraina.

"Angkatan bersenjata Ukraina menyimpan senjata dan amunisi yang disediakan oleh Barat di wilayah pembangkit listrik tenaga nuklir," kata pernyataan Itu, sebagaimana dilansir Reuters. Ditambahkan bahwa pengiriman senjata ke pembangkit listrik Rivne telah dilakukan pada minggu terakhir Desember.

Ditanya tentang laporan tersebut pada Senin, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan klaim tersebut menunjukkan pentingnya menjaga dialog dengan badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional.

Namun, Peskov mengatakan saat ini tidak ada rencana pertemuan antara kepala IAEA Rafael Grossi dan Presiden Vladimir Putin.

Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodomyr Zelenskiy, mengatakan negaranya tidak pernah menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk menyimpan senjata.

"Ukraina tidak pernah menyimpan senjata apa pun di wilayah PLTN, seperti yang diklaim oleh Badan Intelijen Luar Negeri Rusia. Sebaliknya, Federasi Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia dan menempatkan militernya di sana," katanya di Twitter.

Podolyak mengatakan bahwa Ukraina tetap "terbuka untuk badan pengawas, termasuk IAEA" dan bahwa "kebohongan Rusia ditujukan untuk membenarkan provokasi mereka".

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement