Share

Dianggap Tindakan Keji, PBB hingga Negara Arab Kecam dan Kutuk Pembakaran Al Quran di Swedia

Susi Susanti, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 18 2752452 dianggap-tindakan-keji-pbb-hingga-negara-arab-kecam-dan-kutuk-pembakaran-al-quran-di-swedia-wnOB2I2fq4.jpg Sejumlah orang melalakukan aksi protes pembakaran Al Quran di Swedia (Foto: Reuters)

SWEDIA - Perwakilan tinggi Aliansi Peradaban Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk pembakaran kitab suci umat Islam oleh politisi sayap kanan Swedia-Denmark sebagai "tindakan keji".

Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Hard Line, melakukan aksi tersebut di luar kedutaan Turki di Swedia di bawah perlindungan polisi setempat pada Jumat (20/1/2023).

“Sementara Perwakilan Tinggi menekankan pentingnya menjunjung tinggi kebebasan berekspresi sebagai hak asasi manusia, dia juga menekankan bahwa tindakan pembakaran Al Quran merupakan ekspresi kebencian terhadap umat Islam,” kata juru bicara Miguel Angel Moratinos dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu (22/1/2023).

BACA JUGA:  Aksi Rasis Rasmus Paludan Bakar Alquran Picu Kekerasan Terhadap Muslim

“Itu tidak sopan dan menghina penganut Islam dan tidak boleh digabungkan dengan kebebasan berekspresi,” tambah pernyataan itu.

 BACA JUGA: Pembakaran Alquran, Pemerintah Indonesia Diminta Panggil Dubes Swedia

Moratinos, yang mengepalai badan PBB yang menggambarkan dirinya sebagai dikhususkan untuk mempromosikan pemahaman di berbagai komunitas, mengatakan dia prihatin dengan meningkatnya diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan yang diarahkan terhadap anggota banyak agama dan komunitas lain di berbagai bagian dunia.

Dia menyerukan saling menghormati dan promosi masyarakat inklusif dan damai yang berakar pada hak asasi manusia dan martabat untuk semua.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Tak lama setelah Paludan membakar Al Quran, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengutuk otoritas Swedia karena gagal melarang protes tersebut.

“Itu tindakan rasis. Ini bukan tentang kebebasan berekspresi,” katanya.

Tak hanya Turki, negara-negara Arab – termasuk Arab Saudi, Yordania dan Kuwait – juga mengecam aksi tersebut serta negara-negara mayoritas Muslim lainnya seperti Pakistan dan Somalia.

"Membiarkan tindakan kebencian yang menghina kesucian dan nilai-nilai Islam sama sekali tidak dapat diterima," kata kementerian luar negeri Somalia dalam sebuah pernyataan pada Senin (23/1/2023).

“Ini tidak lain adalah praktik demagogis yang mempromosikan kebencian dan rasisme serta mendukung agenda ekstremisme dan terorisme,” lanjutnya.

Dalam sebuah posting di Twitter, Perdana Menteri (PM) Swedia Ulf Kristersson mengatakan bahwa sementara kebebasan berekspresi adalah bagian mendasar dari demokrasi, namun apa yang legal belum tentu sesuai.

“Membakar buku-buku suci bagi banyak orang adalah tindakan yang sangat tidak sopan,” katanya.

Sekelompok pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan Swedia di Ankara selama akhir pekan untuk mengutuk pembakaran Al Quran. Di Bangladesh, orang-orang juga berdemonstrasi menentang insiden tersebut.

Pada April tahun lalu, pengumuman Paludan tentang "tur" pembakaran Al Quran selama bulan suci Ramadhan memicu kerusuhan di seluruh Swedia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini