Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pernikahan Unik, Ketika Sang Pengantin Lebih Pilih Foto Memegang Bawang Merah Ketimbang Buket Bunga

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2023 |11:53 WIB
Pernikahan Unik, Ketika Sang Pengantin Lebih Pilih Foto Memegang Bawang Merah Ketimbang Buket Bunga
Pengantin wanita lebih memilih memegang bawang merah ketimbang buket bunga (Foto: RR Production)
A
A
A

MANILA – Ada kisah menarik yang terjadi di Filipina terkait dengan naiknya harga bawang mewah di sana.

Seperti diketahui harga bawang melonjak di Filipina menjadi sekitar 700 peso (Rp557.000) per kg pada bulan lalu. Harga itu lebih tinggi dari harga daging, dan upah minimum harian negara Asia Tenggara itu.

Tak heran jika bawang merah menjadi barang langka dan mewah. Hal ini pula yang sepertinya menjadi pertimbangan seorang warga bernama April Lyka Biorrey lebih memilih membawa bawang merah ketimbang karangan bunga pada pernikahannya di Kota Iloilo.

BACA JUGA: Harganya Lebih Mahal dari Daging, Mengapa Bawang Merah Jadi Barang Mewah di Filipina? Ini Jawabannya

Dia terlihat berfoto sambil membawa bawang merah bersama pasangannya.

"Saya bertanya kepada pengantin pria apakah kami bisa menggunakan bawang merah sebagai pengganti bunga, karena setelah pernikahan bunga akan layu dan akhirnya dibuang," terangnya kepada surat kabar lokal, dikutip BBC.

 BACA JUGA: Pemkot Padang Sidempuan Siap Jadi Sentra Komoditas Bawang Merah

"Jadi kenapa tidak bawang merah? Praktis karena masih bisa digunakan setelah pernikahan," guraunya.

Rupanya tak hanya Biorrey yang mencari cara untuk mengamakan pasokan bawang merah. Beberapa warga juga bahkan melalukan aksi berbahaya seperti menyelundupkan bawang merah ke negara itu.

Awal bulan ini, 10 anggota kru dari Philippine Airlines diselidiki karena berusaha menyelundupkan hampir 40kg bawang dan buah-buahan ke dalam tas bagasi.

Petugas bea cukai kemudian mengatakan mereka tidak akan menghadapi dakwaan tetapi memperingatkan para pelancong agar tidak membawa produk tanpa izin.

Krisis ini jelas telah Presiden Ferdinand Marcos Jr, yang juga Menteri Pertanian, yang telah berjanji untuk meningkatkan produksi pangan sebagai menteri pertanian. Beberapa anggota parlemen telah meminta dia untuk menunjuk penggantinya.

"Sebelumnya gula, sekarang, bawang. Kita akan mengadakan dengar pendapat untuk semua yang ada di dapur,” terang Senator Filipina Grace Poe saat berbicara pada dengar pendapat tentang kenaikan harga pangan di negara itu.

Marie-Anne Lezoraine dari konsultan Kantar Worldpanel mengatakan perubahan iklim juga merupakan ancaman besar bagi ketahanan pangan negara.

"Daya beli sangat ketat bagi sebagian besar konsumen yang hanya mampu membeli kebutuhan pokok. Jika perubahan iklim menyebabkan kelangkaan dan oleh karena itu harga melambung, itu akan menyebabkan dampak yang sangat merusak pada sebagian besar konsumen di Filipina," terangnya.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement