Share

Perusakan Kantor Arema FC, Polisi Selidiki Aktor Intelektual dan Motif

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 31 Januari 2023 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 31 519 2756649 perusakan-kantor-arema-fc-polisi-selidiki-aktor-intelektual-dan-motif-uulKfjOQuT.jpg Tersangka perusakan Kantor Arema FC. (MPI/Avirista Midaada)

MALANG - Polisi menyelidiki aktor intelektual dari perusakan kantor Arema FC saat demonstrasi pada Minggu (29/1/2023). Pasalnya awalnya beredar selembaran flyer dan poster bahwa aksi dilakukan secara damai.

"Kami masih mendalami siapa dalang dari aksi ini. Mengingat aksi sebelumnya dilakukan dengan damai, menempelkan imbauan, flyer ataupun ke kantor arema. Tapi aksi pada Minggu kemarin, ini melakukan kerusuhan, sehingga ada korban orang dan barang. Ini kami dalami," ucap Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto, pada Selasa (31/1/2023) di Polresta Malang Kota.

Sejauh ini, polisi mendalami motif dari perusakan kantor Arema FC.

"Ada perintah membawa flare, cat, bom asap, sehingga ada aksi yang dilakukan dan terencana. Ini kami dalami. Karena kejadian itu, kami sudah mengamankan orang sebelum 1x24 jam atas aksi yang mereka lakukan," tuturnya.

Ia menegaskan,peristiwa perusakan kantor Arema FC tersebut tak terkait dengan tragedi Kanjuruhan. Apalagi dari beberapa aksi demonstrasi terkait tragedi Kanjuruhan juga kondusif dan tidak ada tindakan yang merugikan.

"Perlu saya luruskan ke teman-teman. Ini murni kasus pidana terhadap perusakan kantor Arema, tidak ada keterkaitan dengan insiden Kanjuruhan. Jadi jangan dicampurkan antar insiden Arema dengan perbuatan melawan hukum perusakan kantor Arema FC," tuturnya.

"Kita melihat dan belajar dari insiden kanjuruhan, beberapa aksi-aksi kita sama-sama menjaga. Bahwa pribadi dan budaya Kota Malang adalah kota yang damai, untuk kita sama-sama menjaga kota malang dan malang raya supaya kondusif, jauh dari aksi merugikan," ucapnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Diketahui, Polresta Malang Kota telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dari demonstrasi yang berujung ricuh di Kantor Arema FC. Lima di antaranya disangkakan pasal pengeroyokan dan pengerusakan yakni Adam Rizky (24) warga Dampit, berperan membawa smoke bomb dan kaleng cat semprot. Kedua M Fauzi, pelajar berusia 24 tahun dari Dampit, berperan membawa kantong plastik berisi cat yang dilemparkan ke kantor arema.

Ketiga Nauval Maulana (21), pelajar dari Dampit membawa smoke bomb, stik pipa besi, dan melakukan pemukulan kepada korban. Empat Arion Cahya (29) buruh harian lepas, Dampit, ini melakukan penendangan dan pemukulan terhadap korban Amin Tato. Terakhir Cholid Aulia (22) pelajar, asal Pakis, kabupaten Malang, yang melempar batu ke arah kantor Arema.

Sementara dua orang lainnya dikenakan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan yakni M Ferry Kristianto atau Ferry Dampit usia 37 swasta. Ferry dituduh melakukan dan memimpin koordinasi lapangan pada saat aksi, dan melakukan pertemuan saat sebelum aksi, untuk memberi tugas kepada orang yang melaksanakan aksi, bersama Kedua Fanda Harianto, alias Ambon Fanda (34) Pujon.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini