WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyiapkan bantuan militer senilai lebih dari USD2 miliar untuk Ukraina yang diperkirakan untuk pertama kalinya akan mencakup roket jarak jauh serta amunisi dan senjata lainnya, kata dua pejabat AS. masalah mengatakan kepada Reuters pada Selasa, (31/1/2023).
Bantuan tersebut diharapkan akan diumumkan secepatnya minggu ini, kata para pejabat. Bantuan itu juga diharapkan mencakup peralatan pendukung untuk sistem pertahanan udara Patriot, amunisi berpemandu presisi dan senjata anti-tank Javelin, tambah mereka.
Salah satu pejabat mengatakan sebagian dari paket itu, yang diperkirakan bernilai USD1,725 miliar, akan berasal dari dana yang dikenal sebagai Prakarsa Bantuan Keamanan Ukraina (USAI), yang memungkinkan pemerintahan Presiden Joe Biden mendapatkan senjata dari industri, bukan dari stok senjata AS.
Dana USAI akan digunakan untuk pembelian senjata baru, Ground Launched Small Diameter Bomb (GLSDB) buatan Boeing Co, yang memiliki jangkauan 94 mil (150 km). Amerika Serikat telah menolak permintaan Ukraina untuk rudal ATACMS dengan jangkauan 185 mil (297 km).
BACA JUGA: Tambah Lagi Dana Perang Rp11 Triliun, Ini Rincian Bantuan AS ke Ukraina
Jangkauan yang lebih jauh dari bom luncur GLSDB dapat memungkinkan Ukraina mencapai target yang berada di luar jangkauan dan membantunya terus menekan serangan baliknya dengan mengganggu Rusia lebih jauh di belakang garisnya.
Reuters pertama kali melaporkan proposal Boeing untuk mengirim GLSDB ke Ukraina pada November. Pada saat itu diharapkan GLSDB bisa berada di Ukraina pada musim semi.