Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Jenderal yang Berani Melawan Kediktatoran Soeharto

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Rabu, 01 Februari 2023 |05:36 WIB
3 Jenderal yang Berani Melawan Kediktatoran Soeharto
Jenderal AH Nasution (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Tak hanya itu, Jasin berani menyebut Soeharto sebagai pemimpin munafik. Sebab, melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri. 

3. Jenderal Besar AH Nasution

Sosok yang berani menentang kediktatoran Soeharto berikutnya adalah Jenderal Besar Abdul Haris Nasution.

Jenderal yang lolos dari pembunuhan PKI ini berani menentang kediktatoran Soeharto melalui kelompok Petisi 50. Kelompok ini diisi oleh 50 purnawirawan jenderal dan politisi senior yang mengkritisi pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto.

Pembentukan Petisi 50 dimulai ketika Soeharto meminta ABRI untuk mendukung Golkar dalam Pemilu. Petisi 50 sendiri berdiri pada 5 Mei 1980 dan menganggap bahwa Soeharto sudah menyalahgunakan filosofi dasar negara, Pancasila, sekaligus menodainya. 

Hubungan Nasution dan Soeharto memang sempat naik turun. Bahkan, Nasution pernah hampir memecat Soeharto, yang kala itu masih menjadi juniornya. Sebab, Soeharto menyelundupkan beberapa komoditas dengan Liem Sioe Liong, Tek Kiong, dan Bob Hasan.

Namun, Soeharto diselamatkan oleh Jenderal Gatot Soebroto yang menjabat sebagai Wakil KSAD. Hubungan Nasution dan Soeharto pun mereda dan sevisi karena memiliki sikap anti PKI. Keduanya pun bekerja sama untuk menumpas partai terlarang itu dari Bumi Pertiwi.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement