Iran telah diguncang kerusuhan nasional setelah kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral pada 16 September. Ini menjadi dalam tahanan polisi, salah satu tantangan terkuat bagi Republik Islam sejak revolusi 1979.
Polisi moralitas menangkap Amini karena melanggar kebijakan jilbab, yang mewajibkan perempuan berpakaian sopan dan berjilbab. Wanita telah memainkan peran penting dalam protes, dengan banyak melambaikan atau membakar jilbab mereka.
Kelompok hak asasi mengatakan lebih dari 500 pengunjuk rasa telah tewas dan hampir 20.000 ditangkap. Setidaknya empat orang telah digantung, menurut pengadilan Iran.
Dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh BBC Persia Service pada Kamis, (2/2/2023) Meysami mengajukan tiga tuntutan: diakhirinya eksekusi, pembebasan tahanan politik-sipil dan diakhirinya “pelecehan dan pemaksaan berhijab”.
"Saya akan melanjutkan misi mustahil saya dengan harapan nantinya bisa menjadi mungkin dengan upaya kolektif," tulisnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.