Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Abad NU, Ini Lima Keberhasilan dan Tantangan yang Bakal Dihadapi Nahdlatul Ulama

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Rabu, 08 Februari 2023 |11:55 WIB
Satu Abad NU, Ini Lima Keberhasilan dan Tantangan yang Bakal Dihadapi Nahdlatul Ulama
Direktur Eksekutif SAS Insitute, Sa'dullah Affandy. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA Nahdlatul Ulama (NU) sudah mencapai usia satu abad dan sudah meraih banyak keberhasilan. Direktur Eksekutif Said Aqil Siroj (SAS) Institute Sa'dullah Affandy menyampaikan lima keberhasilan sekaligus tantangan yang akan dihadapi NU ke depannya.

"Usia satu abad juga mau tidak mau membuat kita merefleksikan apa yang telah berhasil diraih NU dan tantangan apa yang ada di abad kedua mendatang," kata Sa'dullah Affandy dikutip dari Antara, Rabu (8/2/2023).

Dia menjelaskan, setidaknya ada lima aspek keberhasilan yang bisa dilihat secara kasat mata di abad pertama NU. Pertama, sebagai organisasi dengan jamaah para pelestari tradisi, NU telah berhasil mempertahankan diri sebagai organisasi dengan pengikut terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Kedua, lanjut dia sebagai organisasi dengan massa terbesar, NU berhasil memainkan peran dalam dinamika politik Tanah Air, mulai dari pra-kemerdekaan, kemerdekaan, hingga pascakemerdekaan.

Bahkan, kata Sa'dullah dalam mengatasi pemberontakan Partai Komunis Indonesia, NU menjadi organisasi sipil yang paling aktif terlibat dalam menumpas pemberontakan.

 Baca juga: Satu Abad NU, Ada 'Pasukan Semut' Bantu Bersihkan Sampah di Sekitar Stadion Delta Sidoarjo

"Ketiga, dalam konteks pendidikan, NU dengan pesantren-nya berhasil mengintegrasikan antara pendidikan modern (sekolah formal) dengan tetap mempertahankan identitas pesantrennya," tuturnya.

Hingga hari ini, menurut Sa'dullah publik dapat menyaksikan pesantren NU semakin berkembang pesat dengan Lembaga Pendidikan formal yang ada di dalamnya.

"Keempat, dalam dimensi kebudayaan, NU menjadi garda depan sebagai aktor pelestari kebudayaan lokal, tradisi-tradisi yang oleh kalangan modernis diharamkan, justru dimodifikasi oleh NU menjadi sesuatu yang bernuansa Islam dan bermuatan dakwah sebagaimana ajaran para Wali Songo," ucapnya.

Kelima, NU menjadi penyokong utama beragam agenda pemerintah, terutama terkait isu radikalisme beragama di Indonesia, dan secara gemilang berhasil menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin bagi dunia luar.

"Tentu tidak dapat meramal masa depan, namun berpijak pada masa lalu dan realitas saat ini, banyak hal yang harus dilakukan oleh NU dalam menyongsong abad kedua," kata dia

Tantangan pertama menurutnya meski secara kuantitas menjadi mayoritas, namun faktanya NU masih memiliki banyak kelemahan baik di bidang ekonomi maupun sumber daya manusia terutama terkait domain riset dan teknologi.

"Era di mana teknologi digital menjadi primadona, adalah sebuah keniscayaan bagi NU untuk melakukan pemberdayaan umatnya di ranah ini. Kedua, meski selalu berperan penting dalam setiap peristiwa politik di Tanah Air, namun secara politik NU kerap ditinggal ketika berbicara sharing kekuasaan," katanya.

Menurut dia dalam setiap pemilu, suara NU selalu laku di pasaran para calon legislatif maupun kandidat di eksekutif, namun setelah itu NU malah ditinggalkan.

"Pengecualian adalah sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berhasil menjadi Presiden RI ke-4," kata dia.

Tantangan ketiga, pesantren berhasil eksis hingga saat ini, namun masih kental asumsi bahwa pesantren hanya melahirkan ulama yang menguasai kitab kuning dan memimpin tahlil atau ritual keagamaan.

"Ke depan, sesuai dengan tantangan poin pertama dan kedua di atas, pesantren harus mulai memikirkan kurikulum yang berorientasi pada penguasaan teknologi informasi bagi para santri-nya," ujarnya.

Keempat, kata Sa'dullah meski telah berkembang pesat dan kaum Nahdliyyin tersebar di mana-mana, namun basis massa NU tetap adalah warga pedesaan sebagaimana Islam tradisional berada.

"Secara ekonomi, masih berada di kelas menengah ke bawah sehingga pekerjaan besar ke depan adalah menciptakan para saudagar baru di NU," tutur Sa'dullah.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement