Namun, laporan Kekuatan Militer China terbaru dari perkiraan Pentagon bahwa Sang Naga hanya memiliki enam unit kapal selam dengan peluncur rudal balistik, dibandingkan dengan 14 unit milik Angkatan Laut AS. China baru saja mulai menerjunkan pertempuran berkemampuan nuklir Xian H-6N . Sebaliknya, Angkatan Udara AS memiliki lebih dari 90 medan strategi, gabungan dari B-2 dan B-52 yang dapat meluncurkan senjata nuklir.
Pentagon memperkirakan pada tahun 2035 Cina akan memiliki 1.500 hulu ledak nuklir. Sementara lebih dari tiga kali lipat persediaan hCina saat ini, yakni sekitar 400 hulu ledak nuklir, maka total ledak hulu ledak nuklir AS saat ini mencapai 3.700 unit yang ada di gudang persenjataan.
Namun, fakta bahwa Cina telah memiliki lebih banyak peluncur rudal darat mendapat perhatian oleh para petinggi di Capitol Hill.
“Ini harus menjadi peringatan bagi Amerika Serikat. Tidaklah meremehkan untuk mengatakan bahwa program modernisasi nuklir China berkembang lebih cepat dari yang diyakini kebanyakan orang. Kami tidak punya waktu untuk disia-siakan dalam menyesuaikan postur kekuatan nuklir kami untuk menghalangi Rusia dan China. Ini berarti jumlah yang lebih tinggi dan kemampuan baru," kata Mike Rogers, ketua House Armed Services Committee.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.