Pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma (ayah Amangkurat I), Ma Oen ikut berjasa dalam operasi militer menaklukkan Giri Kedaton (Gresik) di bawah pimpinan Pangeran Pekik.
“Sebagai balas jasa, Pangeran Pekik mengangkat Ma Oen sebagai demang dan menjadikannya penguasa Banyuwangi,” demikian yang tertulis dalam buku Sejarah Nusantara yang Disembunyikan (2019).
Sebagai penguasa Banyuwangi, Ma Oen dianugerahi nama baru, yakni Mangunjaya. Ia menikahi seorang perempuan Jawa di mana kemudian dianugerahi anak perempuan yang diberi nama Roro Hoyi.
Hoyi memesona sejak kecil. Pada saat menginjak usia remaja, kulit terang, mata sipit serta alis halus melengkung gadis berwajah rupawan itu menjadi buah bibir. Kabar tentang pesona itu sampai ke telinga Amangkurat I.