AFRIN – Dokter Ahmad al-Masri mengungkapkan penderitaan anak-anak yang menjadi korban gempa bumi yang mengguncang Suriah. Dr.Masri mengatakan bahwa dirinya tersentuh melihat anak-anak yang dirawat di rumah sakit akibat luka-luka mereka.
"Sorot mata anak ini benar-benar menyentuh saya," kata dokter Ahmad al-Masri sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia. "Saya tidak tahu kenapa tapi begitu dia menatap saya, saya mulai menangis."
Sudah lebih dari 30 jam sejak gempa bumi dahsyat mengguncang Suriah pada hari Senin (6/2/023) dan dr. Masri kelelahan.
Dia dan hanya satu dokter lainnya merawat puluhan orang yang terluka di rumah sakit mereka di Afrin, sebuah kota di Suriah barat laut yang dikuasai oposisi.
Salah satunya, Muhammad, bocah berusia tujuh tahun yang diselamatkan dari bawah puing-puing rumahnya.
Tim penyelamat menemukannya terbaring di samping jenazah ayahnya, yang tertindih reruntuhan bersama dengan ibu dan saudara-saudaranya.
"Cara bocah laki-laki itu memandang kami, saya merasa dia percaya pada kami, dia tahu bahwa dia aman sekarang," kata dr. Masri kepada saya melalui panggilan Zoom.
"Tapi saya juga merasa dia punya banyak kekuatan, misalnya dia menahan rasa sakit dari luka-lukanya. Apa yang membuat seorang anak berusia tujuh tahun begitu kuat dan tabah?"