Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tewaskan Lebih dari 33.000 Orang, Gempa Turki-Suriah Tempati Urutan 6 Bencana Paling Mematikan Abad Ini

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2023 |09:15 WIB
Tewaskan Lebih dari 33.000 Orang, Gempa Turki-Suriah Tempati Urutan 6 Bencana Paling Mematikan Abad Ini
Dampak gempa M 7,8 di Iskenderun, Turki, 12 Februari 2023. (Foto: Reuters)
A
A
A

ANTAKYA - Tim penyelamat menarik lebih banyak korban selamat dari puing-puing bangunan pada Minggu, (12/2/2023) hampir seminggu setelah salah satu gempa bumi terburuk melanda Turki dan Suriah. Otoritas Turki berusaha menjaga ketertiban di seluruh zona bencana dan mulai mengambil tindakan hukum atas runtuhnya ribuan bangunan akibat gempa.

Dengan peluang untuk menemukan lebih banyak korban selamat semakin tipis, jumlah korban di kedua negara dari gempa bumi yang terjadi Senin, (6/2/2023) pekan lalu dan gempa susulan besar setelahnya, telah naik melebihi 33.000 jiwa dan tampaknya akan terus bertambah. Itu adalah gempa paling mematikan di Turki sejak 1939.

Di distrik pusat salah satu kota terparah, Antakya di Turki selatan, pemilik bisnis mengosongkan toko mereka pada Minggu untuk mencegah barang dagangan dicuri oleh penjarah.

Penduduk dan pekerja bantuan yang datang dari kota-kota lain menyebutkan kondisi keamanan yang memburuk, dengan banyaknya laporan bisnis dan rumah-rumah yang roboh dirampok.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan bahwa pemerintah akan menindak tegas para penjarah. Pemerintah Turki juga telah menangkap 113 orang yang diidentifikasi bertanggung jawab atas runtuhnya beberapa dari ribuan bangunan yang rata dengan tanah di 10 provinsi yang terkena dampak gempa.

Di Suriah, bencana melanda paling parah di barat laut yang dikuasai pemberontak, membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal yang telah mengungsi beberapa kali akibat perang saudara selama satu dekade. Daerah ini menerima sedikit bantuan dibandingkan dengan daerah yang dikuasai pemerintah.

"Sejauh ini kami telah mengecewakan orang-orang di Suriah barat laut," cuit kepala bantuan PBB Martin Griffiths dari perbatasan Turki-Suriah, di mana hanya satu penyeberangan yang dibuka untuk pasokan bantuan PBB.

"Mereka benar-benar merasa ditinggalkan," kata Griffiths, seraya menambahkan bahwa dia fokus untuk menanganinya dengan cepat.

Washington meminta pemerintah Suriah dan semua pihak lain di negara itu untuk segera memberikan akses kemanusiaan kepada semua yang membutuhkan.

Lebih dari enam hari setelah gempa pertama terjadi, petugas darurat masih menemukan segelintir orang yang bertahan hidup di reruntuhan rumah yang telah menjadi kuburan bagi ribuan orang.

Gempa tersebut menempati urutan keenam sebagai bencana alam paling mematikan di dunia abad ini, jumlah kematiannya melebihi 31.000 dari gempa di negara tetangga Iran pada 2003.

Hingga Minggu, (12/2/2023) gempa itu telah menewaskan 29.605 orang di Turki dan lebih dari 3.500 di Suriah, di mana jumlah korban belum diperbarui selama dua hari.

Turki mengatakan sekira 80.000 orang berada di rumah sakit, dan lebih dari 1 juta di tempat penampungan sementara.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement