Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Saat Komandan Brimob Minta Sarwo Edhie Tarik Mundur Pasukan RPKAD dalam Demo Tritura

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 22 Februari 2023 |06:31 WIB
Saat Komandan Brimob Minta Sarwo Edhie Tarik Mundur Pasukan RPKAD dalam Demo Tritura
Jenderal Pol Anton Soedjarwo (Foto: istimewa/Okezone)
A
A
A

Mendengar tembakan tersebut, prajurit Brimob bereaksi lalu melepaskan tembakan balasan. Pasukan Pelopor menembak dari ketinggian sehingga menimbulkan banyak korban. Setelah bentrokan, pasukan Pelopor melakukan penyisiran dan menemukan beberapa mayat demonstran yang menjadi korban penembakan.

Anehnya, di tubuh mayat-mayat tersebut ditemukan senjata berupa Sten Gun, Thompson, dan pistol semiotomatis FN Cal 45 yang merupakan senjata standar Angkatan Darat (AD).

Dua tahun berselang tepatnya 1968, Mabak (Mabes) Polri mengeluarkan SK penggantian Kombes Anton Soedjarwo di tengah konflik internal Polri.

Pergantian itu pun direspons keras oleh Wakil Komandan Resimen Pelopor Brimob AKBP Soetrisno Ilham.

Dia memimpin langsung pengepungan Mabak Polri dengan membawa seluruh anggota Pelopor menggunakan truk.

Tuntutan Brimob saat itu cuma satu: cabut SK penggantian Kombes Anton.

Saat itu AKBP Soetrisno Ilham memerintahkan pasukannya menutup seluruh akses menuju Mabes Polri. Dia juga menempatkan penembak jitu atau sniper di beberapa titik strategis kemudian memerintahkan mereka melepaskan tembakan peringatan kepada siapa pun yang keluar dari Mabes Polri, termasuk Kapolri Jenderal Pol Soetjipto Joedodihardjo.

Mabes Polri akhirnya memenuhi tuntutan tersebut untuk mencegah konflik yang lebih besar. Buntut pengepungan Pelopor Brimob yakni mundurnya Kapolri Jenderal Pol Soetjipto Joedodihardjo.

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement