Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menganal Sultanah Nahrasiyah : Perempuan Islam Pertama Penguasa Asia Tenggara

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 22 Februari 2023 |07:41 WIB
Menganal Sultanah Nahrasiyah : Perempuan Islam Pertama Penguasa Asia Tenggara
Ilustrasi Sultanah Nahrasiyah (Foto : Wikipedia)
A
A
A

RATU Sultanah Nahrasiyah belum banyak dikenal orang awam, tak sementereng penguasa lainnya seperti Airlangga, Jayabaya, Hayam Wuruk, hingga Raden Patah. Namun, dia adalah perempuan istimewa dalam sejarah pergerakan pemimpin di Nusantara.

Sultanah Nahrasiyah merupakan penguasa Kesultanan Samudera Pasai yang naik tahta menggantikan ayahnya. Tapi ada versi lain yang menyatakan Sultanah Nahrasiyah merupakan istri dari sang raja yang meninggal.

Sebelum Sultanah Nahrasiyah bertahta, kerajaan dijabat oleh Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir, yang tak lain ayah kandung dari Sultanah Nahrasiyah. Namun saat menjabat sebagai raja itulah sang ayah tewas dibunuh oleh Raja Nakur, sebagaimana dikisahkan pada buku "Perempuan - Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa" dari Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad.

Catatan Ying Yai Sheng Lan menguatkan adanya pemimpin perempuan muslim pertama di nusantara. Dimana saat itu Raja Samudera Pasai yang diserang oleh Raja Nakur, tewas setelah terkena panah beracun.

Sepeninggal Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir inilah Nahrasiyah akhirnya naik tahta. Ia merupakan perempuan pertama di Asia Tenggara yang memerintah sebagai raja. Sosoknya bertahta di Kerajaan Samudera Pasai yang dipimpin sejak 1405 - 1428 Masehi.

Pada cerita lain, pasca kematian sang raja membuat permaisurinya konon menyatakan sumpah di depan rakyatnya bahwa siapa yang dapat menuntut balas atas kematian suaminya, ia akan menikahinya dan bersedia untuk bersama-sama memerintah Kerajaan Samudera Pasai.

Muncullah seorang Panglima Laot, pejabat kerajaan yang ditugaskan untuk mengurus perikanan yang menyatakan kesanggupannya untuk mengemban amanah. Berangkatlah ia bersama bala tentara Samudera Pasai untuk berperang melawan Raja Nakur.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement