BEKASI - Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berantai alias serial killer Wowon cs. Lokasi rekonstruksi kali ini di Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi. Di sana, Wowon cs membunuh tiga orang sekeluarga.
Rekonstruksi menguak bahwa Ai Maemunah (43) beserta dua anaknya disuruh untuk meminum kopi yang sudah diberikan racun dalam satu kali tenggak.
Eksekusi korban bermula pada reka adegan ke-11. Pada Kamis (12/1) tengah malam tersangka Solihin alias Duloh bersama tersangka Dede menyeduh kopi kemasan yang sudah diracik dengan racun dalam lima gelas tanpa diketahui korban.
Duloh kemudian meminta Dede untuk membangunkan Ai Maemunah dan dua anaknya yang bernama Ridwan Abdul Muiz dan M Riswandi yang sudah sempat tertidur.
Setelah ketiga korban terbangun, tersangka Duloh meminta korban untuk meminum kopi yang sudah diracik dengan racun tersebut. Duloh dalam kesempatan ini meminta ketiga korban untuk meminum kopi dalam sekali tenggak atau langsung dihabiskan.
"Solihin alias Duloh menyuruh meminum kopi yang dia buat dan mengatakan kepada korban semua yang sudah mendapatkan kopi agar meminum kopi tersebut langsung sekali minum atau langsung dihabiskan," kata Salah satu anggota yang tergabung dalam tim penyidik selaku narator dalam reka adegan tersebut, Rabu (1/3/2023).
Baca juga: Fakta Baru Kasus Serial Killer Wowon Cs, Dede Ternyata Lihat Duloh Mencekik Korban
Pada momen ini juga, NA bocah berusia lima tahun yang juga anak dari Ai Maemunah terbangun dari tidurnya dan mengeluh haus kepada orang tuanya. Kesempatan ini dipakai oleh Duloh untuk menyuruh Ai Maemunah memberikan kopi kepada bocah balita tersebut.
Duloh juga menyuruh Dede untuk meminum kopi sudah diracik racun untuk mengelabui dan menghilangkan jejak.
Efek racun yang diracik dengan kopi ini baru bekerja setelah 30 menit dari korban meminum kopi tersebut. Seluruh korban yang menenggak kopi beracun itu langsung bergeletakan.
"Setelah meminum kopi, dalam waktu 30 menit, Ai Maemunah, Ridwan Abdul Muiz, M Riswandi dan NA bergeletak," tutur narator.