Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kecelakaan Kereta Tewaskan 57 Orang, PM Yunani Minta Maaf dan Kepala Stasiun Ditahan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 06 Maret 2023 |06:21 WIB
Kecelakaan Kereta Tewaskan 57 Orang, PM Yunani Minta Maaf dan Kepala Stasiun Ditahan
Petugas kepolisian bergerak melewati ledakan bom molotov dalam protes terkait tabrakan kereta di Kota Larissa di Athena, Yunani, 5 Maret 2023. (Foto: Reuters)
A
A
A

ATHENA - Seorang karyawan kereta api Yunani dipenjara pada Minggu, (5/3/2023) sambil menunggu persidangan atas kecelakaan kereta api mematikan yang menewaskan setidaknya 57 orang, ketika orang Yunani mendidih dengan kemarahan atas bencana kereta api terburuk di negara itu.

Protes terus bergema berhari-hari setelah tabrakan langsung antara kereta penumpang dan pengangkut barang di rute Athena-Thessaloniki pada malam 28 Februari.

Bentrokan pecah antara polisi dan demonstran di Athena pada Minggu, setelah ribuan orang berunjuk rasa untuk memprotes kecelakaan itu.

Kepala stasiun Larissa yang berusia 59 tahun menghadapi berbagai tuduhan mengganggu transportasi dan membahayakan nyawa. Pria itu, yang namanya tidak bisa disebutkan di bawah hukum Yunani, diinterogasi selama tujuh jam di depan hakim pada Minggu sebelum ditahan.

"Selama sekira 20 menit terkutuk dia bertanggung jawab atas keselamatan seluruh Yunani tengah," kata pengacaranya Stefanos Pantzartzidis, sebagaimana dilansir Reuters.

Pada Kamis, Pantzartzidis mengatakan bahwa kliennya sangat terpukul dan telah memikul tanggung jawab "sebanding dengannya", tetapi faktor lain juga berperan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pekerja kereta api mengatakan jaringan kereta api negara itu telah terdampak di bawah pemotongan biaya dan kurangnya investasi, warisan krisis utang Yunani yang melemahkan dari 2010 hingga 2018.

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis, yang menyalahkan kecelakaan itu karena kesalahan manusia, mengakui bahwa pengabaian selama puluhan tahun dapat menyebabkan bencana tersebut.

"Sebagai perdana menteri, saya berutang kepada semua orang, terutama kerabat para korban, permintaan maaf," tulisnya di akun Facebook-nya. "Keadilan akan segera menyelidiki tragedi itu dan menentukan tanggung jawab."

Setelah protes selama tiga hari terakhir di seluruh negeri, sekira 10.000 orang berkumpul di alun-alun Athena pada Minggu untuk mengungkapkan simpati atas hilangnya nyawa dan menuntut standar keamanan yang lebih baik di jaringan kereta api.

"Kejahatan itu tidak akan dilupakan," teriak pengunjuk rasa saat mereka melepaskan balon hitam ke langit. Sebuah plakat bertuliskan: "Kebijakan mereka mengorbankan nyawa manusia."

Serikat pekerja kereta api mengatakan sistem keselamatan di seluruh jaringan kereta api telah rusak selama bertahun-tahun karena sistem pengawasan dan pensinyalan jarak jauh belum dikirimkan tepat waktu. Mereka telah meminta pemerintah untuk memberikan jadwal pelaksanaan protokol keselamatan.

Mitsotakis mengatakan pada Minggu bahwa jika ada sistem jarak jauh di seluruh jaringan kereta api "dalam praktiknya, kecelakaan itu tidak mungkin terjadi".

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement