BENGKULU - Salah satu petugas keamanan tempat hiburan malam di kawasan objek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Dody Candra (39), tewas ditusuk terduga pelaku berinisial IL (38), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selabar, Kota Bengkulu.
Korban meninggal dunia setelah mendapatkan luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri, bagian pelipis mata, bagian lutut, bagian paha, bagian mulut robek, dan bagian gigi depan atas hancur. Korban dinyatakan tewas setelah dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu.
Kejadian dugaan penusukan itu bermula, pada saat terduga pelaku datang ke tempat kejadian perkara salah satu tempat hiburan malam di kawasan objek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu.
BACA JUGA:
Terduga pelaku merupakan rekan kerja korban yang bekerja sebagai keamanan di tempat hiburan malam di kawasan tersebut, bertemu dengan korban. Lalu, korban menyampaikan kepada terduga pelaku jika lewat itu musti menegur.
Terduga pelaku pun merasa tersinggung dengan korban atas apa yang disampaikan tersebut. Kemudian, korban langsung memukul terduga pelaku di bagian wajah secara berulang kali, setelah itu terduga pelaku langsung membalas pukulan korban.
Tak sampai disitu, korban mengeluarkan senjata tajam dan ditangkap terduga pelaku. Seketika itu terduga pelaku langsung menusuk ke arah korban beberapa kali hingga korban tersungkur.
BACA JUGA:
Paska kejadian tersebut, Unit Inafis Polresta Bengkulu bersama piket fungsi dan personel Polsek Ratu Agung, Polresta Bengkulu, langsung turun mengamankan TKP penusukan.
Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa baju, celana dan kaos kaki yang digunakan korban. Sementara terduga pelaku telah diamankan di Polresta Bengkulu, yang sebelumnya telah menyerahkan diri ke Polsek Ratu Agung.
Kapolresta Bengkulu, Polda Bengkulu, Kombes Aris Sulistyono melalui Kasat Reskrim, Kompol David Tampubolon mengatakan, dalam kejadian tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Terduga pelaku dan korban, kata David, bekerja di tempat hiburan malam yang sama sebagai security.
''Setelah kejadian terduga pelaku diminta koperatif, kemudian pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Ratu Agung,'' kata David, Minggu (5/3/2023).
Kejadian yang dialami korban, kata David, Kapolresta Bengkulu akan berkoordinasi ulang dengan Pemerintah Daerah Kota Bengkulu, terkait tata kelola dan dampak keamanan tempat hiburan malam di Kota Benglulu.
''Kami akan segera berkordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Bengkulu terkait tata kelola dan dampak keamanan di lokasi hiburan malam, agar tidak terjadi lagi hal serupa dikemudian hari,'' pungkas David.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.