Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG Ungkap Penyebab Longsor Timbun Satu Kampung di Natuna

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 06 Maret 2023 |18:25 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Longsor Timbun Satu Kampung di Natuna
Tanah longsor timbung satu kampung di Natuna (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Bencana alam tanah longsor terjadi di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Senin (6/3/2023).

Tanah longsor ini terjadi setelah hujan ekstrem tanpa henti ditambah intensitas curah hujan yang tinggi serta kondisi tanah yang labil. Bahkan, kejadian yang menimbun satu kampung di Natuna ini dilaporkan menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab cuaca ekstrem berupa hujan tanpa henti yang terjadi di wilayah Natuna merupakan dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 98S.

“Cuaca ekstrem yang di Natuna adalah hujan lebat akibat dampak tidak langsung Bibit Cyclon Tropis 98S,” ungkap Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto saat dikonfirmasi oleh MNC Portal, Senin (6/3/2023).

Sebelumnya pada saat Konferensi Pers secara virtual, Guswanto telah mengatakan bahwa pada bulan Maret, April, dan Mei ini merupakan musim pancaroba. Pada periode ini, potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, puting beliung, hujan es bisa terjadi.

Baca juga: Dua Bibit Siklon Tropis Terbentuk, Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter!

“Kami sampaikan bahwa saat ini Maret, April, Mei sebetulnya itu merupakan periode pancaroba ya, karena di periode pancaroba ini biasanya masih terjadi bencana hidrometeorologi mulai dari hujan lebat, puting beliung, maupun hujan es,” ungkap Guswanto.

Baca juga: Longsor di Natuna Tewaskan 50 Orang saat Warga Sedang Bersihkan Puing Akibat Bencana Sebelumnya

Selain itu, kata Guswanto, Bibit Siklon Tropis yang terdeteksi di Teluk Carpentaria inilah yang menjadi penyebab cuaca ekstrem sehingga terjadi hujan lebat tanpa henti di wilayah Natuna.

“Kalau kita melihat seperti saat ini, kami dari Kedeputian Bidang Meteorologi sedang memonitor adanya pertumbuhan beberapa Bibit Siklon Tropis, yang pertama yaitu Bibit Siklon Tropis yang terpantau di teluk Carpentaria ini juga membawa dampak curah hujan di bagian selatan. Kemudian juga Siklon Tropis 98S ini juga terpantau di Natuna, ini juga masih di sisi utara wilayah Indonesia,” kata Guswanto.

Diketahui, BMKG telah melaporkan Bibit Siklon Tropis 98S terbentuk di Laut Natuna sebelah barat daya Pontianak tepatnya di 0.4LS, 108.4BT. Kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 20 knots (37 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya mencapai 1009 mb dengan pergerakan sistem perlahan ke arah Barat. Bibit Siklon 98S memiliki peluang kategori rendah untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan.

BMKG pun menghimbau kepada warga masyarakat terdampak terutama di wilayah yang telah di warning untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan upaya mitigasi terhadap hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi serta kondisi cuaca buruk di sekitarnya.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement