Dilansir dari ANTARA, pada hari pertama pemogokan, 40.000 sopir jeepney menolak mengangkut penumpang, menyebabkan ribuan pengguna terlantar.
Untuk mengatasi pemogokan ini, sejumlah sekolah dan kantor pemerintah serta swasta memutuskan beralih lewat sistem belajar dan kerja jarah jauh lewat internet. Pemerintah Filipina sendiri menawarkan tumpangan gratis di seluruh kota dan provinsi di negara ini.
Ada juga penumpang yang beralih menggunakan angkutan online.
Namun, bagi beberapa calon penumpang lainnya, aksi mogok ini membuat mereka harus berlama-lama menunggu angkutan umum lainnya. Salah satu alternatif adalah kendaraan roda tiga, yang di Indonesia dikenal sebagai bajaj.
(Rahman Asmardika)