Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Sosok Juru Kunci Gunung Merapi, Abdi Dalem yang Bersinergi dengan BPPTKG

Erfan Erlin , Jurnalis-Kamis, 30 Maret 2023 |18:03 WIB
 Mengenal Sosok Juru Kunci Gunung Merapi, Abdi Dalem yang Bersinergi dengan BPPTKG
Juru kunci gunung merapi Mas Wedana Surakso Hargo (foto: dok ist)
A
A
A

YOGYAKARTA - Gunung Merapi sampai saat ini masih berada dalam status level III atau siaga. Masyarakat diminta untuk waspada dan mematuhi himbauan yang dikeluarkan oleh BPPTKG, lembaga yang dipercaya untuk melakukan mengawasi pergerakan Gunung Merapi.

Namun selain BPPTKG, ada satu sosok yang juga diberi amanah untuk menjaga Gunung Merapi. Dia adalah Mas Wedana Surakso Hargo, abdi dalem Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat yang dipercaya sebagai Sang Juru Kunci Gunung Merapi.

Mas Wedaba Surakso Hargo atau yang dikenal sebagai Mas Asih kini dipercaya memimpin puluhan abdi dalem di Gunung Merapi. Terlahir sebagai anak Mbah Maridjan, Abdi Dalem Juru Kunci Gunung Merapi nan legendaris, Mas Wedana Surakso Hargo terbiasa melihat dan mendampingi sang Ayah melakoni tugas-tugasnya.

Semenjak kecil, Mas Asih mengaku memang sudah terjun membantu tugas para Abdi Dalem juru kunci, salah satunya adalah saat menyiapkan upacara Labuhan. Mbah Asih kemudian didorong dan didaftarkan menjadi Abdi Dalem, meneruskan kiprah ayahnya.

"Sekitar tahun 1998, saya mulai magang dan diwisuda pada tahun 2000 dengan Nama Paring Dalem Surakso Hargo," kata dia.

Setelah Mbah Maridjan meninggal dunia karena terkena awan panas dalam peristiwa Erupsi Merapi tahun 2010, Mbah Asih dianggap sebagai orang yang paling tepat untuk menerima estafet peran sebagai pengirit (pemimpin) kelompok Juru Kunci Gunung Merapi.

Sebenarnya ada 23 Abdi Dalem Juru Kunci Merapi, sebagian sudah lansia dan dulunya dipimpin oleh Mbah Maridjan. Karena itulah, Mbah Asih mencoba memanajemen mereka ketika sedang menyelenggarakan sebuah event terutama Labuhan.

Mbah Asih memperlakukan mereka semua sesuai kemampuan masing-masing. Tugas-tugas yang membutuhkan fisik prima diberikan kepada yang muda-muda, sementara Abdi Dalem yang sudah lanjut usia tetap berkarya dengan mengerjakan tugas yang lebih ringan.

“Abdi Dalem itu sebenarnya mengabdi pada budaya dan tradisi. Jadi tidak hanya mengabdi pada sultan,” kata dia.

Karena dipercaya menjadi juri kunci Gunung Merapi maka kewajiban yang harus ia lakukan menjaga alam karena Merapi itu adalah sebuah gunung. Budaya menjaga itu termasuk misalnya bersih-bersih di mana tidak boleh mengotori Gunung Merapi.

Tidak sekedar menjaga kebersihan lingkungan namun juga harus menjaga kebersihan perilaku. Di mana manusia tidak boleh berperilaku negatif ketika di area Gunung ini jika ingin tetap selamat sehat walafiat.

"Utamanya di situ tidak boleh mengotori. Siapa pun yang datang ke situ, kalau ada sampah, harus dikumpulkan, dibawa turun. Budaya kebersihan itu juga sangat penting," kata dia.

Dia kembali menegaskan, harus dibudayakan juga untuk menjaga alam, seperti tidak menebang pohon sembarangan. Selain itu tempat-tempat sakral harus dihormati sebagai penghargaan manusia terhadap segala makhluk lain yang berbagi bumi.

"Hal itu bisa dilakukan, salah satunya menjaga tutur kata ketika naik gunung. Perkataan harus baik. Yang baik-baik saja, yang tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain,” pesan ayah dua anak ini.

Mbah Asih aktif bermasyarakat. la rutin mengikuti hajatan warga, tirakatan, uyon-uyon, dandan kali (memelihara sungai), nyadran (mendoakan leluhur), dan lain sebagainya. la menyadari gotong royong semacam itu vital bagi kelangsungan hidup mereka sehari-hari.

“Tanpa kerja sama dengan masyarakat tidak bisa jalan," bebernya.

Sebagai juru kunci, Mbah Asih sesekali juga diminta oleh pengunjung Merapi untuk mengantar mereka berziarah. Jika ada orang yang berkeinginan berdoa di suatu lokasi maka di harus mengantarkan. Beberapa lokasi yang menjadi favorit untuk berziarah adalah di Srimanganti, di Alas Bedengan, atau petilasan.

"Dalam hal ini, peran saya hanya mengantarkan. Selanjutnya, yang punya hajat itu silakan,"tambahnya

Mbah Asih dan rekan-rekan bersinergi dengan BMKG dan BPTTKG DIY untuk menjaga keselamatan warga sekitar. Tugasnya sebagai pengirit sebatas meneruskan informasi kepada warga dan menghimbau mereka untuk waspada saat diperlukan. Sementara perintah mengungsi dan penanganan para pengungsi berada di tangan pemerintah.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement