JAKARTA- Mengapa setiap ada perang selalu ada Amerika Serikat? Pertanyaan ini memang kerap terdengar ketika terjadi sebuah konflik di suatu negara yang berakhir dengan peperangan.
Sebut saja konflik panas antara Ukraina dan Rusia di mana ada keterlibatan Amerika Serikat di dalamnya. Tak hanya itu saja, negara dengan julukan Paman Sam ini pernah ikut campur dalam perang Vietnam, Korea, Afganistan, dan beberapa negara lainnya.
Lantas, mengapa setiap ada perang selalu ada Amerika Serikat? Sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga 2001, Amerika Serikat telah memulai perang bersenjata sebanyak 201 kali di 153 lokasi. Bahkan dalam 242 tahun Amerika Serikat baru menikmati perdamaian selama 16 tahun saja.
Catatan sejarah negara yang dipimpin John Biden ini sering berperang bahkan mengundang komentar mantan Presiden AS, Jimmy Cater pada 2019. Dia mengatakan jika Amerika adalah negara yang paling suka berperang dalam sejarah dunia. Bahkan sejarawan AS Paul L. Atwood mengatakan jika perang merupakan salah satu cara hidup orang-orang Amerika.
Memiliki kebebasan perekonomian dan sumber daya manusia yang canggih serta ilmu pengetahuan maju tentu menjadikan Amerika Serikat sebagai negara adikuasa. Keberadaan Amerika Serikat lalu mempengaruhi kehidupan dunia, terutama dalam hal politik dan ekonomi.
Karena itulah Amerika Serikat ingin mendominasi secara global. Sejak awal Negeri Paman Sam berperang untuk mendapatkan dua hal, yang pertama adalah untuk memperluas wilayah kekuasaan. Lalu alasan kedua tentunya melancarkan bisnis tanpa kendala.
Hal ini didukung oleh politik luar negeri Amerika Serikat yang dilandaskan pada persepsi pembinaan hubungan negara lain untuk mendapatkan keuntungan perdagangan.
Jadi, keberadaan Amerika Serikat yang sering muncul ketika negara lain tengah mengalami konflik panas tak lain dan tak bukan adalah untuk mendapatkan keuntungan dan untuk menjunjukan kekuatannya sebagai negeri adikuasa.
Demikian pembahasan mengenai Mengapa Setiap Ada Perang Selalu Ada Amerika Serikat?.
(RIN)
(Rani Hardjanti)