JAKARTA - Banjir merendam sedikitnya 1.613 rumah di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir melanda enam kecamatan yakni Kecamatan Popayato Barat, Popayato Timur, Lemito, Marisa, Popayato dan Taluditi.
Banjir juga berdampak pada dua fasilitas pendidikan, dua fasilitas kesehatan dan 11,95 hektar perkebunan milik warga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pohuwato Abdul Muthalib Dunggio mengatakan kegiatan belajar mengajar sempat diliburkan saat terjadi banjir.
Dalam rangka percepatan penanganan bencana yang terjadi, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga telah menetapkan status keadaan darurat yang berlaku sejak 24 Maret hingga 6 April 2023. Hal ini dituangkan melalui surat keputusan Bupati Pohuwato No. 178/29/III/2023 tentang siaga penetapan status keadaan darurat bencana alam banjir dan banjir bandang di Kabupaten Pohuwato.
“Sekolah sempat diliburkan karena ada genangan air di beberapa sekolah, namun saat ini proses belajar mengajar sudah pulih kembali,” kata Abdul Muthalib dalam keterangan resminya, Jumat (31/3/2023).