Tuntutan golongan muda agar kemerdekaan segera dinyatakan tanpa keterlibatan Jepang melalui PPKI kembali disuarakan di rumah Soekarno pada 15 Agustus. Sejumlah pemuda yang dipimpin oleh Wikana, pembantu Achmad Subardjo, mendesak Soekarno agar segera mengumumkan kemerdekaan.
Pembicaraan kedua kubu itu berlangsung sangat keras dan tegang. Namun, Soekarno, Hatta, dan Subardjo tetap pada pendiriannya bahwa terkait proklamasi kemerdekaan harus dibicarakan terlebih dahulu dengan PPKI.
Walaupun, sebenarnya mereka sudah tahu bahwa Jepang menunjukan tanda-tanda menyerah kepada sekutu. Hatta dan Subardjo mengetahuinya saat pagi sebelum mengunjungi kantor Gunseikanbu yang telah kosong, sedangkan keterangan Laksamana Maeda yang ditemuinya tidak memberikan kejelasan.
(Awaludin)