JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan, pihaknya tidak akan menggunakan cara-cara militer dalam membebaskan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mahrtens yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB).
KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak tanggal 7 Februari menyandera Philip Mark Mahrtens sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan
Yudo mengaku telah menerima informasi, bahwa kelompok penyandera memiliki strategi agar TNI menjadi pihak tertuduh jika jatuh korban jiwa dalam pembebasan pilot asal Selandia Baru itu.
"Dan apabila saya bebaskan dengan cara militer pasti nanti saya sudah monitor dari pembicaraan nanti kalau ketemu TNI bunuh saja ini, tembak saja ini, nah nanti biar TNI yang dituduh membunuh pilot ini. Nah saya ga mau terjadi seperti itu," kata Yudo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/3/2023).
Untuk itu, Yudo tetap menggunakan pendekatan persuasif dalam upaya pembebasan warga negara Selandia tersebut agar tak berdampak pada masyarakat sipil.
"Tentunya saya akan tetap melaksanakan secara persuasif, memanfaatkan tokoh agama, tokoh masyarakat maupun Bupati Nduga untuk bisa dilaksanakan secara persuasif," kata Yudo.
"Kalau saya menggunakan operasi militer pun juga bisa, menyerang secara militer saya bisa, saya punya alat, punya prajurit yang profesional, tapi nanti siapa korbannya? Masyarakat pasti," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.