RUSIA - Publik di St Petersburg, Rusia dihebohkan dengan laporan penampakan benda terbang tak dikenal (unidentified flying object/UFO). UFO itu terdeteksi di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Sinyal Peringatan
Media lokal Rusia menyebut sinyal peringatan langsung berbunyi hingga terdengar di sekitar PLTN Leningrad. Suara tersebut kemudian dikonfirmasi pemerintah pada Rabu (5/4/2023).
Sumber Suria kepada Newsweek menyebut UFO tersebut bergerak dengan kecepatan sekira 200 kilometer per jam pada ketinggian sekitar 10.000 meter.
Respons Militer
Perwira militer, Kolonel cadangan Andrey Koshkin mengatakan peringatan itu memicu "status respons khusus". Pihaknya kemudian menyarankan kepada media pemerintah bahwa "tidak ada yang aneh di sini, ini adalah situasi biasa."
"Mungkin saja ini adalah balon cuaca," tambahnya, yang bisa berasal dari "Rusia atau asing." Namun, pihak berwenang Rusia belum memberikan penjelasan atas benda tak dikenal tersebut.
Dipantau Militer
Kantor berita TASS menyebut, UFO itu kemudian dipantau oleh militer Rusia. Seorang sumber kepada TASS menyebut objek yang tidak diketahui itu bergerak cepat.
"Bergerak dengan kecepatan angin. Ini berarti tidak memiliki mesin, yaitu, itu bukan pesawat tak berawak, bukan pesawat terbang," lanjut sumber itu.
Kecepatan Angin
Sumber tersebut mengatakan meski UFO terdeteksi dengan kecepatan angin, pertahanan udara Rusia siap siaga apabila terjadi serangan. "Sistem pertahanan udara kami sepenuhnya siap beraksi jika perlu," kata sumber tersebut.
Tass kemudian mengutip seorang pejabat regional Rusia yang menolak laporan tersebut. Newsweek telah menghubungi kementerian pertahanan Rusia untuk memberikan komentar melalui email.
Pernah Terjadi
Pada akhir Februari, pihak berwenang Rusia menutup sementara wilayah udara di atas St. Petersburg setelah beredar laporan yang belum dikonfirmasi tentang objek tak dikenal. Semua penerbangan dihentikan sementara dari Pulkovo, bandara utama kota.
Sebuah objek udara tak dikenal juga dilaporkan berada di langit di atas Oblast Rostov Rusia pada awal Januari, menurut pejabat setempat. Gubernur daerah itu, Vasily Golubev, mengatakan pihak berwenang telah membuat keputusan untuk "menyingkirkannya".
( Muhammad Fadli Rizal)