Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mendes PDTT Targetkan Program Tekad Turunkan Kemiskinan di Desa

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 13 April 2023 |20:37 WIB
Mendes PDTT Targetkan Program Tekad Turunkan Kemiskinan di Desa
Mendes Gus Halim (Foto: Dok Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menerapkan prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia Timur.

Prinsip SDGs tercermin melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) di wilayah timur Indonesia yang dilaksanakan sebagai hasil kolaborasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan International Fund for Agriculture Development (IFAD).

“Dalam program ini Kemendes PDTT bersama-sama dengan IFAD berusaha untuk mempercepat rencana tujuan pembangunan desa,” katanya dilansir Antara, Kamis (13/4/2023).

Halim mengingatkan agar setiap melaksanakan Program Tekad harus berdasarkan pada data mikro alias data berbasis SDGs Desa karena dinilai akan berhasil dalam mencapai setiap tujuan program serta tepat sasaran.

Selain itu, ia juga meminta agar setiap Program Tekad dirancang berbasis masalah serta kebutuhan, bukan berbasis pada keinginan segelintir elit baik itu elit desa maupun elit kabupaten dan provinsi.

“Saya sangat berharap agar program ini bisa dinikmati oleh warga desa. Satu hal yang selalu saya tekankan harus ada yang diterima oleh warga desa, beban anggaran yang kita alokasikan harus banyak yang dibelanjakan untuk warga desa,” tegas Menteri Abdul Halim.

Program Tekad ini sendiri telah dilakukan sosialisasi terhadap beberapa daerah karena sekaligus bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah yang praktis, sistematis, dan terukur dalam percepatan implementasinya.

Program Tekad diharapkan meningkatkan penghasilan sekitar 412.300 rumah tangga dan memberi manfaat untuk 1.855.350 orang di 500 desa inti, 1.220 desa klaster di 25 kabupaten dari enam provinsi wilayah Indonesia Timur.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement