JAKARTA - Upaya pembebasan Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023, terus dilakukan TNI-Polri.
"Polri bersama TNI telah menggelar Operasi Paro 2023 melibatkan 965 personel, di mana personel tersebut sudah kami terjunkan ke titik-titik tertentu untuk melaksanakan tindakan," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dilansir Antara, beberapa waktu lalu.
Namun, Sigit menegaskan jajarannya tetap mementingkan keselamatan sandera yakni Kapten Philip Mark Mehrtens.
Selain itu, pihaknya juga melakukan upaya diplomasi luar negeri dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Atase Kepolisian (Atpol) Selandia Baru, Australia Federal Police, Melanesian Spearhead Group (MSG), serta berbagai tokoh luar negeri lainnya.
"Mereka semua menghormati kedaulatan Indonesia dan mengecam aksi penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok KKP," ucapnya.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjelaskan, proses penyelamatan harus penuh kehati-hatian, dan memastikan keamanan masyarakat sipil, mengingat kelompok penyandera sering kali membaur dengan masyarakat terutama anak-anak.
"Ya jadi tidak ada tenggat waktu membebaskannya, karena memang tempatnya, ini lain. Jadi penyanderaan ini lain dengan yang lain. Yang disandera kan tau sendiri fotonya itu," kata Yudo.
Sementara, dia melanjutkan, (Pj) Bupati Nduga Namia Gwijangge meminta agar dirinya sabar dan 'mengerem' tindakan, serta tidak menggunakan cara-cara militer dalam menyelamatkan sang pilot.
"Ini berdasarkan dari tokoh masyarakat maupun Bupati Nduga yang selalu mengerem saya, meminta saya untuk sabar dulu pak sabar, saya akan usahakan (negosiasi)," katanya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.