Beberapa hari kemudian pasca kemerdekaan, Bung Karno kembali berkunjung. Kedatangan malam-malam Bung Karno di rumah jalan Pajajaran ditemani sahabat karibnya, dr Soeharto.
Anni Rachim sempat terheran-heran.
Kali ini Bung Karno tidak lagi berbasa-basi. Ia langsung mengutarakan tujuannya bertamu malam-malam.
“Begini,” kata Bung Karno, “saya ingin melamar”.
“Melamar siapa?”.
“Melamar Rahmi,” jawab Bung Karno.
“Untuk Siapa?”.
“Untuk teman saya, Hatta,” kata Bung Karno dengan tenang.
Lamaran Soekarno untuk Hatta membuat terkejut empunya rumah. Hatta dikenal sebagai tokoh besar. Sementara Rahmi, putrinya, gadis yang masih berusia 19 tahun.
Kendati demikian, Rahmi dianggap sudah dewasa dan berhak memutuskan jalan hidupnya. Anni Rachim kemudian meminta Bung Karno menunggu sebentar.