Pada awalnya, Prabowo mengaku tidak begitu dekat dengan Wismoyo. Namun pada 1978, Wismoyo diangkat menjadi Komandan Group 1 Para Komando dari Kopasandha.
”Dengan begitu Beliau menjadi komandan group kami. Saya waktu itu Komandan Kompi 112. Saya pun mulai mengenal sosok Pak Wismoyo Arismunandar,” katanya.
Menurut Prabowo, Wismoyo merupakan pemimpin yang selalu mengutamakan semangat dan bergembira. Sebab itu, Wismoyo selalu mendorong agar seluruh prajurit bersemangat saat bertepuk tangan.
Kenangan yang paling berkesan di mata Prabowo adalah ketika dirinya akan berangkat operasi pertama kali ke Timor-Timur pada akhir Oktober 1978. Prabowo didapuk menjadi Komandan Kompi.
”Pukul 20.00 WIB malam, sebelum saya take off pukul 04.00 WIB dari Bandara Halim Perdanakusuma, Beliau memanggil saya. Beliau menanyakan persiapan saya yang akan menjalankan operasi,” ucap Prabowo.
Dengan sigap, Prabowo mengungkapkan bahwa semua peralatan sudah disiapkan mulai dari senjata, peluru, kompas hingga obat-obatan. Di sela pembicaraan, Wismoyo kembali menanyakan apalagi yang harus dipersiapkan.
Pertanyaan itu dilakukan secara berulang-ulang hingga membuat Prabowo bingung. “Saya bingung mau jawab apa lagi karena sudah disebutkan semua perlengkapan sudah disiapkan,” ucapnya.