Di sana, pelaku bahkan mengaku sebagai wakil Nabi.
Karena tidak ditanggapi, ditemukan surat ancaman sebanyak tiga kali dikirim ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat dan Kapolda Metro Jaya sebelum akhirnya melakukan penembakan.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.