Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penobatan Raja Charles III Picu Perdebatan tentang Bentuk Monarki Konstitusional di Australia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2023 |15:28 WIB
Penobatan Raja Charles III Picu Perdebatan tentang Bentuk Monarki Konstitusional di Australia
Raja Inggris Charles III. (Foto: Reuters)
A
A
A

SYDNEY — Penobatan Raja Inggris Charles III akan dilakukan Sabtu (6/5/2023) di London. Sang raja naik takhta setelah kepergian ibunya, Ratu Elizabeth II, September lalu. Charles tidak hanya menjadi kepala negara Inggris, tetapi juga di lebih dari selusin negara lain.

Di Australia, kematian Ratu Elizabeth memicu kembali perdebatan tentang masa depan konstitusional negara itu.

Seiring semakin dekatnya penobatan, sentimen republik di Australia kembali bergejolak. Para pegiat berpendapat bahwa monarki konstitusional Australia, di mana Raja Charles III menjadi kepala negara dan diwakili di Australia oleh seorang gubernur jenderal yang perannya hampir seluruhnya bersifat seremonial, sudah kuno, meskipun mereka belum menentukan jenis negara republik seperti apa yang mereka inginkan.

Sebuah jajak pendapat Januari lalu menunjukkan bahwa dukungan terhadap bentuk negara republik meningkat dari 36% menjadi 39% di kalangan para pemilih sejak kematian Ratu Elizabeth II. Survei itu dilakukan oleh harian The Sydney Morning Herald.

Charles pertama kali mengunjungi Australia saat masih remaja pada 1966. Sejak saat itu, ia menjalin “hubungan yang istimewa” dengan Negeri Kanguru lewat serangkaian kunjungan pada tahun-tahun berikutnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement