Scroll kebawah untuk membaca artikel
Penyesalan Soekarno tentang Romusha: Akulah yang Mengirim Mereka Berlayar Menuju Kematian
Senin, 08 Mei 2023 |06:04 WIB
Penyesalan Soekarno tentang Romusha: Akulah yang Mengirim Mereka Berlayar Menuju Kematian
Soekarno. (Foto: Wikipedia)

SEJARAH mencatat bangsa Indonesia juga pernah merasakan jadi korban kerja paksa yang dikenal sebagai romusha. Dalam biografi 'Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia' yang ditulis Cindy Adams, Soekarno mengakui dengan hati remuk redam tentang romusha.

Ribuan bahkan ratusan ribu nyawa rakyat Indonesia yang begitu mencintai Bung Karno, mati dengan cara mengenaskan akibat sistem kerja paksa yang kejam zaman pendudukan Jepang.

Ironis, karena justru Bung Karno yang ditugasi Jepang mendata dan merayu rakyatnya memasuki ranah kerja paksa yang mengerikan itu.

Bung Karno menangis dalam hati. Bung Karno tahu para romusha yang dikirim ke Burma, hampir 99 persen mati. Ada yang mati kelaparan, mati disiksa, mati dipenggal kepalanya, mati di dalam gerbong kereta tertutup yang berisi ribuan romusha. Mereka dipaksa bekerja hingga tinggal kulit pembalut tulang.

“Sesungguhnya akulah Sukarno yang mengirim mereka kerja paksa. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian. Ya, ya, ya, ya akulah orangnya. Aku membuat pernyataan untuk menyokong pengerahan romusha. Aku bergambar dekat Bogor dengan topi di kepala dan cangkul di tangan untuk menunjukkan betapa mudah dan enaknya menjadi seorang romusha."

“Dengan para wartawan, juru potret, Gunseikan kepala pemerintahan militer dan para pembesar pemerintahan aku membuat perjalanan ke Banten untuk menyaksikan tulang-tulang kerangka hidup yang menimbulkan belas, membudak di garis-belakang, itu jauh di dalam tambang batubara dan tambang mas. Mengerikan. Ini membikin hati di dalam seperti diremuk-remuk.”

Dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras diceritakan bahwa langkah Bung Karno bukannya tidak menuai protes. Lima mahasiswa kedokteran yang juga aktivis pergerakan segera mendatangi Bung Karno, sesaat setelah gambar Bung Karno bersama romusha dan terkesan mendukung romusha tersebar di mana-mana.

“Nampaknya Bung Karno tidak dipercayai lagi oleh rakyat. Cara bagaimana Bung Karno bisa menjawab persoalan romusha?” seorang mahasiswa membuka percakapan yang menegangkan.

Bung Karno menjawab, ada dua jalan untuk bekerja (menuju Indonesia merdeka). Pertama dengan tindakan revolusioner, yang menurut Bung Karno, kita belum siap.

Halaman:
      
Share
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Lihat Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya