Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hati Bung Karno Hancur Ditolak saat Melamar Noni Belanda, Terobati 23 Tahun Kemudian

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 12 Mei 2023 |07:04 WIB
Hati Bung Karno Hancur Ditolak saat Melamar Noni Belanda, Terobati 23 Tahun Kemudian
Soekarno (Foto: Tangkapan layar/Ist)
A
A
A

Layaknya pria pada umumnya, Soekarno juga merasakan gugup luar biasa saat memasuki halaman rumah Mien Hessels untuk melamarnya.

Hatinya menggigil ketakutan, ditambah Soekarno belum pernah bertamu ke rumah orang Belanda yang mewah dengan hamparan rumput di halamannya. Beraneka kembang warna-warni turut mempercantiknya.

Bung Karno pun mengutarakan isi hatinya di depan pria tinggi besar, ayah dari kekasihnya.

“Tuan… kalau Tuan tidak keberatan, saya ingin minta anak tuan….”

Belum selesai Soekarno muda bicara, ayah Hessels melabraknya.

“Kamu?! Inlander kotor seperti kamu? Kenapa kamu berani-berani mendekati anakku?! Keluar kamu binatang kotor. Keluar!!!”

Perasaan Soekarno hancur, seperti dicambuk dan terhina. Ia pun angkat kaki meninggalkan rumah kekasihnya itu dan menjadi peristiwa yang tak terlupakan.

Soekarno menjelma menjadi tokoh pergerakan 23 tahun kemudian. Di tengah Perang Dunia II pada 1942 berkecamuk, Soekarno mendengar ada yang memanggil namanya saat sedang berjalan-jalan suatu sore di sebuah jalan di Jakarta.

“Sukarno?”

Berpalinglah Sukarno ke arah pemanggil seraya menjawab, “Ya, saya Sukarno.”

Wanita itu tertawa terkikik-kikik, “Dapat kau menerka siapa saya?” Sukarno memandangi wanita berbadan besar, jelek, tak terpelihara. “Tidak, Nyonya… saya tidak dapat menerka, siapakah Nyonya?”

Wanita itu kembali tertawa terkikik-kikik sebelum menjawab, “Mien Hessels!” dia terkikik lagi.

“Huhhh!!! Mien Hessels! seru Soekarno.

"Putriku yang cantik seperti bidadari, kini sudah berubah menjadi perempuan mirip tukang sihir, buruk dan kotor….”

Soekarno langsung bergegas memberi salam dan pamit kepada mantan kekasihnya di Surabaya itu. Hati kecilnya berucap, “Caci maki yang telah dilontarkan ayahnya dulu, sesungguhnya suatu rahmat yang tersembunyi"

(Tulisan ini pernah ditulis Doddy Handoko)

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement