Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menapaki Rumah Perwira Jepang, Ada Jejak Sejarah Tempat Lahirnya Teks Proklamasi

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 13 Mei 2023 |05:03 WIB
Menapaki Rumah Perwira Jepang, Ada Jejak Sejarah Tempat Lahirnya Teks Proklamasi
Bekas rumah dinas Laksamana Tadashi Maeda yang kini jadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Rumah dinas Laksamana Muda Tadashi Maeda menjadi sangat bersejarah. Di sana, Ir. Soekarno bersama Mohammad Hatta dan Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo merumuskan teks proklamasi. 

Nama Laksamana Laksamana Muda Tadashi Maeda melekat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Namanya harum dan jasa perwira Kaigun (Angkatan Laut Jepang) itu tak bisa dianggap sepele.

Rumah bersejarah yang terletak di Jalan Imam Bonjol No.1, Jakarta Pusat itu sudah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dan bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dari segi arsitektur, rumah besar itu bergaya Eropa (Art Deco) yang dirancang arsitek Belanda J.F.L. Blankenberg. Rumah dua lantai didirikan pada 1927. Pemilik pertamanya adalah Asuransi Jiwasraya yang dulu bernama Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij (NILLMIJ).

Rumah tersebut sempat ditempati Konsulat Jenderal Inggris saat Perang Pasifik pecah. Saat Jakarta dikuasai Jepang, rumah tersebut dicaplok Teikoku Kaigun (AL Jepang), untuk digunakan sebagai Kantor Penghubung AL dan AD Jepang yang dikepalai Maeda.

Pasca-kemerdekaan, sejumlah bangunan dinasionalisasikan termasuk rumah bekas Maeda. NILLMIJ yang menjadi Asuransi Jiwasraya di bawah kewenangan Departemen Keuangan kembali menempati rumah tersebut hingga 1961.

Selanjutnya Kedutaan Besar Inggris menempati rumah tersebut selama dua dekade. Selain itu, rumah ini juga pernah dijadikan kantor oleh Perpustakaan Nasional hingga 1982. Rumah itu kemudian ditinggalkan dan kosong selama lima tahun.

“Dulu rumah ini depannya tertutup seng saja. Enggak ada orang yang tahu bahwa dulu ini rumah bersejarah,” ujar kurator Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jaka Perbawa kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Hingga akhirnya Mendikbud Prof. Nugroho Notosusanto berinisiatif menjadikan rumah museum pada 1982. "Tapi tentunya setiap museum harus punya kisah dan koleksi. Untuk melengkapi semua yang ada di sini, kami mewawancarai tokoh-tokoh, sampai menghubungi Kedutaan Besar Jepang,” ujarnya.

Kontak mantan sekretaris rumah tangga Maeda, yakni Satsuki Mishima pun didapatkan. “Dari beliaulah kami mengetahui semua tata letak barang-barang, furniture di rumah ini,” kata Jaka.

Sedangkan semua koleksi di museum sudah merupakan replika, baik meja-kursi ruang tamu, ruang makan, mesin tik yang digunakan Sajuti Melik untuk mengetik teks tulisan tangan Soekarno, serta piano tempat Soekarno dan Mohammad Hatta menandatangani teks proklamasi usai diketik Sajuti Melik.

Pada halaman belakang, terdapat satu bunker perlindungan. Itu memang jadi ciri khas rumah-rumah yang dibangun orang Belanda di masa itu.

Saat ditempati Maeda, bunker di rumah tersebut dijadikan tempat penyimpanan berbagai dokumen. Sementara di lantai dua, terdapat sejumlah foto, baik tokoh-tokoh sedari era pergerakan pemuda, hingga perjalanan bangsa Indonesia ketika baru diakui Belanda pada 27 Desember 1949. Di sudut ruangan lantai dua, juga terpampang satu foto Maeda.

Museum tersebut terbilang tidak sepi pengunjung jika dibandingkan museum lain. Museum buka setiap hari, kecuali hari Senin.

Pengunjung museum bukan hanya dari dalam negeri. Namun, juga dari mancanegara, terutama asal Jepang. Mereka datang untuk napak tilas.

"Orang Kedubes Jepang paling sering. Biasanya ketika ada atase militer atau kebudayaan yang baru datang, atau sebelum selesai masa tugas. Selama tiga tahun terakhir, taruna Angkatan Laut Jepang juga menyempatkan diri ke sini untuk mengenang Maeda,” kata Jaka.

"Turis Jepang banyak yang menjadikan museum ini jadi tujuan yang harus didatangi ketika ke Indonesia. Ketika mereka ke negara kita, mereka seolah wajib ke rumah Maeda ini,” ujarnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement