Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pejuang Edi Somad, Dilempar ke Lantai dan Jidatnya Ditodongkan Senjata

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 16 Mei 2023 |05:04 WIB
Kisah Pejuang Edi Somad, Dilempar ke Lantai dan Jidatnya Ditodongkan Senjata
Edi Somad (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

Memasuki hari ketiga, pejuang kelahiran Kemayoran 1928 itu kembali diiterogasi Letnan Leo. Pertanyaan yang dilayangkan terhadap Edi masih sama.

Saat seluruh pakaiannya diperiksa, ditemukanlah kartu pelajar HIS di salah satu saku pakaiannya.

“Pas dilihat kartu sekolah HIS saya itu, kengototannya baru mencair. Saya akhirnya dibolehkan pulang setelah tiga hari ditahan. Tapi sebelumnya, saya minta surat jalan untuk pulang. Karena kan di mana-mana banyak Belanda,” katanya.

“Saya pulang ke Cikampek dari Bogor dari gerobak kereta (kereta barang.red). Di setiap stasiun yang dilewati, diperiksa tentara NICA. Wah, itu mereka ganas-ganas banget dah. Kalau lihat orang pakai pin merah putih, disuruh telan itu pinnya. Kalau enggak mau, dihantam popor kepalanya,” imbuhnya.

Berbekal surat jalan tersebut, Edi Somad,selamat sepanjang perjalanan. Kemudian, dirinya kembali bergabung dengan induk pasukan Siliwangi.

Bahasa Belanda dikuasai Edi karena dirinya pernah mengenyam pendidikan HIS (Hollandsch-Inlandsche School) di Bogor. Edi berkesempatan makan bangku sekolah Belanda karena ayahnya bekerja di maskapai pelayaran Belanda.

Sedangkan bahasa Jepang, Edi belajar ketika Jepang menduduki Hindia Belanda sejak 1942. Edi ikut pendidikan Heiho Rikugun (Pembantu Tentara Angkatan Darat Jepang) selama enam bulan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement