Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asal Mula Praktik Lancung Rp8,3 Triliun BAKTI Kominfo yang Jadikan Johnny Plate Tersangka

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Rabu, 17 Mei 2023 |12:45 WIB
Asal Mula Praktik Lancung Rp8,3 Triliun BAKTI Kominfo yang Jadikan Johnny Plate Tersangka
Johnny Plate/Foto: MNC Portal
A
A
A

Rinciannya, 13,7 persen dalam tahap instalasi, 9,7 persen siap untuk instalasi dan 76,6 persen titik belum siap untuk dilakukan instalasi. Fase pertama akhirnya diperpanjang hingga September 2022 tetapi tidak ada perkembangan signifikan.

Mantan Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif berdalih, tak mencapainya target pembangunan itu diakibatkan sulitnya menjangkau lokasi proyek tower BTS 4G.

Anang beralasan, tantangan kondisi geografis alam, persoalan logistik, transportasi, dan ketersediaan SDM menjadi kendala dalam menggarap proyek tersebut. Bahkan, kata dia banyak desa yang belum memiliki infrastruktur jalan yang layak dan aliran listrik.

"Sehingga pengiriman material ke lokasi BTS 4G banyak dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan gerobak atau menggunakan perahu-perahu tradisional untuk menyeberangi lautan atau sungai-sungai," tutur Dirut Anang Latif dilansir dari situs Kominfo.

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) justru menduga ada keterlambatan pembayaran terhadap subkontraktor pada proyek pembangunan BTS 4G BAKTI Kominfo. Keterlambatan pembayaran tersebut berujung pada penyegelan tower.

Koordinator ICW Agus Sunaryanto mengatakan keterlambatan pembayaran ini terdeteksi di dua lokasi yakni di Sumbawa dan Natuna. Ia menuturkan, persentase pekerjaanya ada yang sudah 100 persen dan lainnya 60 persen selesai.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement